Cegah Serangan Jantung dengan Stroberi

Kompas.com - 15/01/2013, 10:54 WIB

KOMPAS.com — Makan stroberi atau bluberi secara rutin tiga kali atau lebih dalam seminggu dapat menurunkan risiko wanita terkena serangan jantung hingga sepertiganya. Demikian menurut sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal Circulation: Journal of the American Heart Association.

Studi ini menyatakan, buah beri mengandung kadar tinggi flavonoid yang disebut antosianin. Antosianin dapat bermanfaat membantu melebarkan arteri, mengurangi penumpukan plak pada pembuluh darah dan memberikan manfaat kardiovaskular lainnya. Para peneliti mengatakan, flavonoid yang bermanfaat ini juga ditemukan dalam anggur, beri hitam, terung, dan buah-buahan serta sayur-sayuran.

Meskipun banyak jenis makanan yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, para peneliti hanya fokus untuk meneliti dua jenis buah, yaitu bluberi dan stroberi. Kedua buah ini adalah buah yang paling banyak dikonsumsi di Amerika serikat dibandingkan buah yang lain.

"Bluberi dan stroberi dapat dengan mudah dimasukkan ke menu makanan wanita setiap minggu," kata penulis senior Eric Rimm.

"Ini perubahan diet yang sederhana tetapi memiliki dampak yang signifikan terhadap upaya pencegahan," kata Rimm, yang juga seorang profesor Nutrisi dan Epidemiologi di Harvard School of Public Health di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

Rimm dan timnya dari Harvard School of Public Health di Amerika Serikat dan University of East Anglia, Inggris, melakukan penelitian prospektif di antara 93.600 wanita berusia 25 hingga 42 tahun yang terdaftar di Nurses' Health Study II. Para wanita diminta untuk menyelesaikan survei tentang diet mereka setiap empat tahun selama 18 tahun.

Selama penelitian, ada 405 wanita yang mengalami serangan jantung. Namun, di antara kasus itu, wanita yang mengonsumsi bluberi dan stroberi memiliki risiko kecil mengalami serangan jantung, yaitu 32 persen lebih kecil dari wanita yang mengonsumsi buah hanya sekali sebulan atau kurang.

"Kami telah menunjukkan bahwa makan lebih banyak buah-buahan sejak usia dini dapat mengurangi risiko serangan jantung di kemudian hari," kata Aedin Cassidy, penulis dan Kepala Departemen Gizi di Sekolah Medis Norwich dari University of East Anglia di Norwich, Inggris, dalam sebuah pernyataan.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan itu independen dari faktor risiko lain, seperti usia, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga serangan jantung, massa tubuh, olahraga, merokok, konsumsi kafein atau alkohol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau