Masih Uji Coba, Jokowi Maklumi Motor Melintas JLNT

Kompas.com - 15/01/2013, 12:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini, Selasa (15/1/2013), Jalan Layang Non Tol (JLNT) Blok M-Antasari mulai diuji coba untuk masyarakat umum. Terkait uji coba tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih memaklumi apabila masih adanya pelanggaran, terutama bagi kendaraan bermotor roda dua yang melintasi JLNT tersebut.

"Ya enggak apa-apa. Namanya sekarang kan uji coba," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta.

Atas uji coba JLNT Blok M-Antasari yang hari ini sudah mulai dibuka untuk umum, Jokowi mengatakan tidak ada permasalahan berarti untuk uji coba perlintasan JLNT tersebut yang diyakini dapat mengurai simpul kemacetan di Jalan Antasari dan Jalan Prapanca, Jakarta Selatan.

"Sudah tadi pagi dan enggak ada masalah," kata Jokowi.

Sebelumnya, pada Kamis (10/1/2013), Jokowi telah melakukan uji coba JLNT Blok M-Antasari dan saat itu ia menyatakan jalan sepanjang 4,8 kilometer itu siap untuk dilintasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, jalur yang dibuka untuk JLNT ini baru satu lajur dari arah selatan ke utara, yaitu dari Blok M-Antasari. Hal tersebut disebabkan ada lahan yang baru dibebaskan pada Desember 2012 sehingga para pekerja diberi kesempatan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu.

"Hari ini, sudah kami buka. Dari selatan ke utara, memang baru satu lajur karena ada lahan yang baru dibebaskan pada Desember lalu," ujar Ery.

Meskipun demikian, Ery mengatakan, untuk arah utara ke selatan, sudah selesai keduanya, sedangkan sisanya baru akan selesai pada bulan Maret mendatang. "Dengan dibukanya jalur JLNT ini, simpul-simpul kemacetan mulai terlihat terurai. Tadi sudah sangat terlihat mengurangi kemacetan karena arus terbagi ke atas," kata Ery.

Selain itu, saat ini, arus kendaraan dari arah Blok M menuju Antasari, kata dia, yang akan menggunakan jalan layang tersebut akan tetap diarahkan hingga sore nanti. Ia pun mengatakan, hanya kendaraan pribadi yang dapat memasuki jalan layang tersebut. Kendaraan umum seperti bus, metromini, ataupun kopaja tidak dapat melaluinya. Begitu pula dengan kendaraan besar seperti truk serta kendaraan bermotor roda dua, yaitu motor.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan JLNT merupakan salah satu strategi Pemprov DKI untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Ibu Kota. JLNT Antasari-Blok M diyakini dapat mengurai kemacetan, terutama kemacetan yang terjadi pada persimpangan di sepanjang Jalan Antasari dan Jalan Prapanca menuju ke Blok M. Arus kendaraan akan dipecah dua, melalui JLNT dan jalan existing di bawahnya. JLNT tersebut juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang biasa menggunakan Jalan Fatmawati.

Tak hanya itu, JLNT juga menjadi alternatif kemacetan lalu lintas dampak dari pembangunan konstruksi MRT di 2013 ini. Adapun pembayaran pembebasan tanah di dekat Pasar Cipete sudah selesai pada akhir Desember 2012 dan akan segera dibongkar untuk melebarkan jalan.

JLNT Antasari-Blok M ini dikerjakan dalam lima paket. Pasar Cipete sepanjang 1.170 meter, Cipete Utara sepanjang 805 meter, Taman Brawijaya 800 meter, Prapanca 628 meter, dan lapangan Mabak sepanjang 1.391 meter. Total tiang atau kolom sepanjang JLNT sebanyak 108 pier dengan total panjang 5.110 meter.

Sementara itu, pelaksanaan pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang masih cukup lama. Pasalnya, bagian di atas flyover Sudirman belum tersambung. JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang rencananya akan selesai pertengahan tahun ini.

Berita terkait, baca :

100 HARI JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau