Pengungsi Kampung Pulo Diperkirakan Mencapai 1.000 Jiwa

Kompas.com - 15/01/2013, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hujan deras yang melanda Bogor dan Depok menyebabkan muka air di Sungai Ciliwung naik. Bahkan, Selasa pagi, Pintu Air Katulampa berstatus Siaga I. Sejumlah permukiman yang berada di bantaran Ciliwung pun terancam banjir, antara lain di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur.

Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengungkapkan, hingga kini tercatat 240 jiwa warga Kampung Pulo yang telah mengungsi. Jumlah itu terdiri dari 60 jiwa berada di Masjid At-Tawabin, sementara sisanya mengungsi di kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur.

"Tapi kan sampai sekarang luapan air masih terus masuk menggenangi rumah warga, jadi diperkirakan akan mencapai 1.000 jiwa yang mengungsi," ujar Bambang kepada wartawan di lokasi banjir, Selasa (15/1/2013) siang.

Sebelumnya, banjir sebenarnya telah melanda warga Kampung Pulo sejak Rabu (9/1/2013) lalu. Namun, air makin tinggi hingga setinggi lutut orang dewasa.

Baru pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB ketinggian air mulai meningkat hingga mencapai leher orang dewasa. Bambang mengaku cukup cemas karena pihaknya mendapat kabar bahwa muka air di Pintu Air Katulampa, Bogor, Jawa Barat, telah berstatus Siaga I.

Ia pun memperkirakan jika ketinggian air di rumah warga kini mencapai 1,5 meter, kondisi itu bisa dua kali lipat jika tambahan air datang. "Kalau untuk sampai jalan raya kemungkinannya kecil, tapi kami akan terus memantau perkembangannya," kata Bambang.

Bambang melanjutkan, berdasarkan laporan terakhir, kondisi pengungsi banjir yang berada di sejumlah posko pengungsian dalam keadaan baik. Pihaknya telah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang dapat digunakan pengungsi, yakni tenda, tenaga medis, air bersih, dan makan siang.

Bambang mengimbau kepada warganya agar tak memaksakan diri bertahan di lantai dua rumah masing-masing seperti yang selama ini dilakukan. Ia berharap warga kooperatif untuk mengungsi melihat ketinggian air yang semakin naik.

Berdasarkan pantauan di Gang V, permukiman telah digenangi air mencapai pintu masing-masing rumah warga. Jika ketika banjir biasa, masih tampak aktivitas warga, tidak demikian dengan banjir kali ini. Lorong-lorong gang di Kampung Pulo tampak sepi dari aktivitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau