Mediasi Pedagang Stasiun Pondok Cina-PT KAI Ditunda

Kompas.com - 15/01/2013, 19:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya mediasi antara pedagang di Stasiun Pondok Cina dan PT Kereta Api Indonesia yang diupayakan Polres Kota Depok terpaksa ditunda hingga Jumat (18/1/2013). Alasannya, PT KAI belum memberikan tanggapan atas undangan kepolisian.

"Kami sudah berupaya mengundang PT KAI, janjinya datang setelah Lohor, ternyata tak datang juga," kata Kapolres Kota Depok Komisaris Besar Achmad Kartiko, di Mapolresta Depok, Selasa (15/1/2013).

Menurut Kartiko, upaya membangun dialog harus ditempuh untuk mencegah berulangnya benturan fisik dan gangguan keributan di antara kedua belah pihak. PT KAI yang hendak melakukan penertiban di Stasiun Pondok Cina sejak 3 Januari terpaksa berhadapan dengan para pedagang yang merasa hak-hak mereka dirampas.

"Kami berupaya agar tidak lagi terjadi kegiatan-kegiatan yang merugikan kepentingan umum, seperti pemblokadean rel kereta yang terjadi kemarin," ujar Kartiko.

Lantaran situasi yang mendesak, undangan tersebut disampaikan Kapolres melalui hubungan telepon. Dua panggilan telepon Kapolres mendapat tanggapan dari PT KAI. Namun, panggilan pada siang ini tak ditanggapi lagi oleh perwakilan PT KAI.

Untuk itu, Polres telah mengirimkan surat undangan resmi dan berharap dialog dapat terlaksana pada Jumat mendatang. "Kalau tidak hadir, artinya mereka sama sekali tidak mau dialog atau mencari solusi," kata Nonsen Simanulang, salah seorang pedagang di Stasiun Pondok Cina yang hadir di Mapolres.

Sebagaimana diberitakan, pada Senin para pedagang sempat membuang beberapa perlengkapan dagang ke rel kereta di Stasiun Pondok Cina yang mengakibatkan terhambatnya perjalanan KRL. Penumpang KRL yang merasa terganggu kemudian membantu menormalkan situasi.

Sebelumnya sempat terjadi penyerangan terhadap para pedagang yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal. Serangan tersebut menyebabkan tiga pedagang mengalami cedera dan melaporkan penyerangan tersebut ke Polresta Depok.

Acara dialog sebenarnya dijadwalkan akan dimulai pada pukul 11.00 WIB. Kapolres dan jajaran bersama enam perwakilan pedagang serta tujuh mahasiswa Universitas Indonesia telah hadir di ruang pertemuan. Namun, perwakilan PT KAI yang ditunggu hingga pukul 14.00 tak kunjung muncul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau