JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan ritel di Amerika Serikat pada bulan Desember 2012 tercatat naik 0,5 dibanding bulan sebelumnya. Ini merupakan kenaikan tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, kenaikan ini menjadi indikasi konsumen tidak mengkhawatirkan kondisi perekonomian AS di tengah negosiasi untuk menghindarkan ekonomi AS dari jurang fiskal waktu itu. Data lain juga mencatat kenaikan penjualan di tingkat pedagang besar.
"Perbaikan penjualan ini karena membaiknya pasar tenaga kerja, naiknya kembali harga rumah, turunnya harga bahan bakar dan pemberian diskon besar dari para penjual," kata Lana di Jakarta, Rabu (16/1/2013).
Data penjualan ini juga mengurangi kekhawatiran pelambatan ekonomi AS. Pasar modal setempat juga merespon positif catatan ini dalam perdagangan semalam waktu Indonesia. Indeks Dow Jones pun naik 0,20 persen.
Meskipun demikian, kata Lana, ekonomi AS masih mendapat ancaman dari memburuknya situasi anggaran terkait dengan belum tuntasnya negosiasi mengenai pemangkasan defisit yang diperkirakan selesai per 1 Maret 2013. Selain itu, terkait solusi untuk batas atas utang pemerintah yang saat ini mencapai 16,4 triliun dollar AS pada pertengahan Februari 2013.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang