JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia saat ini membutuhkan 800 tenaga untuk mengurus pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC). Hal ini menyusul penyatuan sistem navigasi bandara di bawah PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II.
"Kita saat ini sudah memiliki 1.000 tenaga untuk mengurus ATC. Namun, kita juga masih butuh 800-an orang lagi untuk mengurus itu," kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/1/2013).
Menurut Mangindaan, tenaga kerja baru tersebut akan membantu Perum Navigasi yang baru dibentuk, apalagi setelah sistem navigasi di kedua bandara akan disatukan. Menurutnya, penyatuan sistem navigasi di antara kedua otoritas itu memang perlu waktu hingga setahun.
Nanti Kementerian Perhubungan akan membantu teknis penyatuan sistem tersebut. Namun, untuk tenaga kerjanya, Perum Navigasilah yang akan menyediakannya.
"Kita hanya bantu teknisnya. Memang di masa transisi nanti akan ada gangguan sedikit, tapi itu tidak masalah. Ini kan sudah mulai dilakukan sejak lama (penyatuan sistemnya)," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang