Apa yang Baru di Indonesia Fashion Week?

Kompas.com - 16/01/2013, 21:58 WIB

KOMPAS.com - Sebagai wadah sekaligus langkah awal mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode dunia pada tahun 2025, Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) kembali menggelar Indonesia Fashion Week 2013 (IFW 2013). Pekan mode tahunan ini rencananya akan digelar pada 14-17 Februari mendatang di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan.

Pekan mode ini bukan sekadar ajang fashion show di mana desainer dalam dan luar negeri memperlihatkan desain busana terbaru mereka. "Seperti fashion week di negara lainnya, IFW juga menghadirkan pameran bisnis fashion lokal, seminar, workshop, dan lomba-lomba rancang lainnya," ungkap Dina Midiani, Direktur Indonesia Fashion Week 2013, saat media gathering di butik perancang Lenny Agustin di kawasan Setiabudi, Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Meski baru sekali diselenggarakan pada 23-26 Februari 2012 lalu, ajang ini telah mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk buyer internasional. "Dua tahun pertama perencanaan IFW sebenarnya masih difokuskan dalam memperkuat produk dan penjualan lokal terlebih dulu. Namun, kenyataannya gaung IFW sudah terdengar di seluruh dunia," tambahnya.

Maka untuk mengobati kekecewaan beberapa buyer internasional sekaligus sebagai proses belajar untuk pelaku bisnis Indonesia, tahun ini IFW mengajak buyer internasional dari 10 negara seperti Jepang, Thailand, Malaysia, Italia, Australia, dan lain-lain. Jumlah negara yang bergabung dalam ajang ini memang terbilang masih sedikit, karena IFW masih ingin memberi kesempatan yang luas bagi buyer lokal. Selain itu, juga sebagai bagian dari proses bergabungnya IFW dalam World Fashion Week.

"Bergabungnya IFW dalam World Fashion Week memungkinkan Indonesia menyelenggarakan IFW dua kali setahun pada 2014 mendatang. Selain itu, organisasi ini juga membuat Indonesia diperhitungkan dalam ajang fashion dunia sehingga buyer internasional akan melirik Indonesia," ungkap pemilik label ready to wear Chanira ini.

Perubahan jumlah "stage"
Tak hanya akan menghadirkan buyer dan desainer internasional, IFW juga akan membawa beberapa penyegaran baru dalam pelaksanaannya. Dina mengungkapkan IFW tahun ini akan lebih terorganisasi dengan baik termasuk dalam zoning usahanya. Tahun ini, ada tiga zona tambahan, yaitu starting point, concept point, dan green point. Zona tambahan ini berfungsi sebagai zona pembelajaran bagi pelaku bisnis.

Selain itu, penyegaran IFW 2013 juga akan terlihat pada jumlah panggung yang dihadirkan untuk fashion show. "Dulu, fashion show dibagi dalam dua stage.Tetapi sekarang hanya akan ada satu stage saja, yaitu di Plenary hall," jelasnya.

Pengurangan jumlah stage ini bukan disebabkan berkurangnya jumlah desainer yang akan memamerkan karyanya, melainkan untuk menambah space bagi pelaku bisnis untuk memasarkan produk mereka. Tahun lalu jumlah pesertanya sekitar 380, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 503 peserta.

Meski hanya satu panggung, tak perlu khawatir karena panggung fashion yang akan dihadirkan ini dijanjikan cukup megah dan luas. Dalam satu kali fashion show, hall ini bisa menampung 2000 penonton. Sebab peragaan busana di IFW kali ini tidak hanya bisa dinikmati oleh tamu undangan saja, tapi juga untuk masyarakat umum.

"Bagi masyarakat umum yang berminat untuk menonton show IFW, Anda bisa mendaftarkan diri secara online di indonesiafashionweek.com untuk mendapat undangan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau