Soal Banjir, Basuki Minta Bantuan "Pusat"

Kompas.com - 17/01/2013, 00:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta bantuan Pemerintah Pusat terkait penanganan masalah banjir di Ibu Kota. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Basuki menjelaskan, bantuan dari pusat diperlukan khususnya dalam merekayasa saluran air di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Untuk Jakarta Barat, yakni terkait pembangunan Cengkareng Drain II dan membuat sodetan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT), untuk wilayah Jakarta Timur.

"Itu kan punya pemerintah pusat semua, kita juga harus bekerjasama dengan daerah pinggiran," kata Basuki.

Saat diminta menjelaskan rencana jangka pendek yang lebih kongkret, mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku telah melakukan pembicaraan khusus dengan Gubernur DKI Joko Widodo terkait banjir yang merendam puluhan titik di Jakarta. Ia kembali menegaskan, saat ini, pihaknya tak mampu berbuat banyak, selain memastikan ketersediaan bantuan logistik dan obat-obatan untuk seluruh korban banjir.

Kalaupun ada langkah yang lebih kongkret, kata Basuki, hal itu baru dapat dilakukan setelah musim banjir selesai. Karena pada April 2013, masa pembagian tugas Dinas Kebersihan dan Dinas Pekerjaan Umum akan lebih disesuaikan.

Dinas Kebersihan akan mengatasi sampah, dan Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pengerukan kali serta mensterilkan saluran air dari sampah dan bahan material lain yang mengendap di dalamnya. "Semua saluran selokan buntu, nanti pas kemarau Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan dredging. Saya pikir Oktober sudah bisa terasa hasilnya," ujar Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau