Jokowi Naik Gerobak Susuri Banjir di Bundaran HI

Kompas.com - 17/01/2013, 15:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo turun langsung ke lapangan untuk memantau lokasi banjir. Lokasi pertama yang dikunjungi dirinya pertama kali adalah Jl MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung Sarinah.

Dengan menggunakan topi merah dan jaket jeans, Jokowi langsung turun di lokasi. Melihat lokasi genangan di depan Sarinah yang mencapai ketinggian 60 cm, ia menegaskan bahwa dalam penanganan banjir ini tidak boleh ada pihak-pihak tertentu yang sampai lalai menangani banjir.

"Memang ini adalah koordinasi pekerjaan integrasi antara Pemprov DKI, pemerintah pusat, bersama pemerintah daerah lainnya. Semua harus bersama-sama dan yang harus diingat jangan lalai, jangan sampai nanti setelah kering kita lupa lagi," kata Jokowi di lokasi, Kamis (17/1/2013).

Selain itu, ia juga mengaku telah menerima laporan banjir sejak tadi malam, dan ia juga menekankan bahwa penanganannya tidak boleh monoton dan konvensional, harus ada terobosan mengatasi banjir.

"Harus ada terobosan, jangan monoton, jangan konvensional," kata Jokowi yang menggunakan gerobak menyusuri Jalan MH Thamrin.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, banjir di kawasan Thamrin telah mencapai pinggang orang dewasa. Sejak di Sarinah, Jokowi naik gerobak menembus banjir menuju Bundaran HI.

Jokowi yang mengenakan sepatu boot dan jaket jeans itu naik ke gerobak dan langsung didorong warga. Sementara itu, rombongan Pemprov DKI mengikuti Jokowi dengan jalan kaki.

Seperti biasa, kehadiran orang nomor satu di DKI itu selalu menjadi pusat perhatian dan mengundang puluhan warga yang sedang berada di kawasan Thamrin untuk mendekati Jokowi sekadar untuk bersalaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau