JAKARTA, KOMPAS.com -- Masuriyah (50), warga Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tewas setelah tersengat listrik, Kamis (17/1/2013) pagi. Saat itu dia berusaha mencabut saklar kulkas di rumahnya yang tergenang banjir.
Dano (48), tetangga korban mengatakan, keluarga sempat berusaha menarik Masuriyah dan melarikannya ke rumah sakit. Namun, nyawa Masuriyah tak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan.
"Tadi ketika peristiwa itu terjadi, air mulai naik dan menggenangi pemukiman setinggi sekitar 50 cm. Seperti warga lain, korban berusaha mengamankan perabotnya dari genangan air agar tak rusak. Namun, dia tersengat listrik," kata Dano.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, lima warga tewas akibat banjir DKI Jakarta sejak Selasa (15/1/2013) hingga Kamis sore. Kelima korban yakni Angga (13), warga Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang hanyut di Kali Sekretaris; Mak Inah (82), warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur; Mujiyo (46), warga Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang tersengat listrik; Muhamad Haikal (2), warga Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang terjatuh dari tempat tidur di rumahnya yang banjir; serta Solahuddin (35), warga Kalibata Pulo, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, yang tersengat listrik.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Kamis (17/1/2013) mengeluarkan pernyataan darurat bencana hingga 27 Januari 2013. Dengan pernyataan darurat itu maka seluruh potensi sumber daya nasional dapat dikerahkan untuk membantu penanganan bencana banjir Jakarta.
Banjir di Jakarta menggenangi 500 RT, 203 RW di 44 kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan. BNPB mencatat, jumlah penduduk yang terkena banjir sebanyak 25.276 keluarga (94.624 jiwa). Jumlah pengungsi mencapai 15.447 jiwa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang