SBY Susuri Ciliwung Selama 30 Menit

Kompas.com - 17/01/2013, 18:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri melihat langsung kondisi banjir di Jakarta dengan menyusuri Kali Ciliwung. Berangkat menggunakan sebuah perahu karet dari Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (17/1/2013) sekitar pukul 15.25 WIB, SBY dan rombongan lima perahu karet terlihat kembali ke Rawajati, Jakarta Selatan, pada sekitar pukul 16.05 WIB.

"Saya dengan perahu milik Marinir dan Kopassus, saya ingin lihat langsung seperti apa kondisi rumah di kiri-kanan sungai," terang Presiden di Jalan Kalibata Raya, Rawajati, sebelum meninggalkan lokasi.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi rumah yang berada di bantaran sungai. Karena itu, ia menjanjikan akan mendukung langkah Pemprov DKI menata permukiman di sekitar sungai. Ia menjelaskan, semua instansi terkait saat ini fokus terhadap penanganan masalah banjir di Jakarta dan sekitarnya. Karena itu, pada kesempatan tersebut, Presiden mengajak masyarakat yang tidak terkena banjir untuk bersikap peduli kepada para korban.

"Semua sedang mengemban tugasnya. Saya minta kerja sama dengan masyarakat luas untuk meringankan membantu rakyat kita," ajak Presiden.

Saat Kepala Negara menyusuri Kali Ciliwung, Ibu Negara Ani Yudhoyono menyapa warga Rawajati yang menjadi korban banjir. Didampingi Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Ani Yudhoyono sempat berkunjung ke dapur umum korban banjir di Jalan Bina Warga, Rawajati, dan berdialog dengan sejumlah warga. Rombongan Presiden kemudian meninggalkan lokasi banjir sekitar pukul 16.30 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau