Banjir, 9 Tahanan KPK Diungsikan ke Rutan Guntur

Kompas.com - 17/01/2013, 19:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memindahkan sembilan tahanannya yang berada di Gedung KPK Kuningan, Jakarta, ke Rumah Tahanan KPK di Kompleks Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta, Kamis (17/1/2013). Pemindahan dilakukan lantaran rutan di basement Gedung KPK Kuningan terendam air dan listrik di gedung tersebut padam.

"Semuanya akan dipindahkan ke Rutan Guntur," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Kamis.

Sembilan tahanan yang dipindahkan ke Rutan Guntur di antaranya, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom (kasus suap cek perjalanan), Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantation Hartati Murdaya (kasus suap Buol), mantan pejabat Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar (kasus alat kesehatan flu burung), Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara Neneng Sri Wahyuni (kasus PLTS), mantan Bupati Buol Amran Batalipu (kasus dugaan suap Buol), petinggi PT HIP Yani Anshori dan Gondo Sudjono (kasus suap Buol), serta anggota DPRD Riau, Syarief Hidayat, dan Mohammad Roem Zein (kasus suap PON Riau).

Menurut Bambang, para tahanan wanita dan pria itu terpaksa disatukan di Rutan Guntur untuk sementara waktu. Pasalnya, Rutan Pondok Bambu yang khusus menampung tahanan wanita, katanya, ikut terendam banjir. "Kita minta ke Pondok Bambu. Ternyata Pondok Bambu sendiri terendam. Terus yang laki-laki juga di Guntur ada keterbatasan jumlahnya dan dukungan penahanan. Kita sekarang lagi koordinasi, kalau bisa semua disatukan," ujar Bambang.

Dia juga mengatakan, kegiatan pemeriksaan di KPK tidak berjalan hari ini. Sebagian pegawai KPK, termasuk penyidik, tidak bisa bekerja. Kendati demikian, lanjut Bambang, pengamanan gedung KPK tetap diperketat. Dokumen-dokumen barang bukti disimpan dalam kontainer dan di ruangan aman di lantai atas gedung. Sementara dokumen administrasi dari basement gedung KPK, katanya, sudah ada salinannya dalam bentuk digital.

Bambang menambahkan, pihaknya sudah memanggil ahli-ahli untuk memperbaiki sejumlah fasilitas pendukung kerja KPK yang rusak terendam air dan pemadaman listrik. "Kita sudah panggil vendor-vendor, kalau besok selesai, lebih bagus. Senen harus sudah on," ucapnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau