Ada Banjir, Jangan Nekat Diterabas!

Kompas.com - 17/01/2013, 19:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang merendam sebagian wilayah Jakarta sejak tadi pagi masih belum surut. Selain mengakibatkan kemacetan, banjir juga membuat para pengendara motor harus berhadapan dengan masalah baru yang mengakibatkan perjalanannya terhambat.

Salah seorang warga Kebon Jeruk, Rahmat (35), terpaksa mendorong dari flyover Jatibaru hingga perempatan Petamburan-Tanah Abang karena motor yang dikendarainya mendadak mati setelah melintas jalan di kawasan Kota Bambu Selatan, yang ketinggian airnya mencapai 40 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.

"Tadi turun dari flyover masih bisa jalan. Tapi itu airnya udah tinggi. Saya pikir masih bisalah. Ya udah jalan... eh, tiba-tiba mogok," ujar Rahmat yang bekerja salah satu bank di kawasan Kebon Sirih kepada Kompas.com, Kamis (17/1/2013).

Hal senada juga diungkapkan Gugun (28) yang merupakan warga Matraman Jakarta Pusat. Niatnya pulang ke rumah terhenti karena ia akhirnya berbalik arah dengan mendorong motornya yang mogok akibat terendam banjir di dekat flyover Jatibaru.

"Dari kantor saya nggak banjir. Jadi saya pikir aman-aman saja. Eh, pas mau naik flyover Jatibaru itu airnya mulai tinggi dan motor mulai berasap," jelas Gugun.

"Eh, enggak lama langsung mogok. Businya kena ini. Tapi ya sudah enggak apa sekalian nunggu jalanannya enggak macet," imbuhnya.

Pantauan Kompas.com, memang banyak motor yang akhirnya mogok karena terendam banjir di sekitar ruas jalan menuju flyover Jatibaru maupun sebaliknya. Sebagian besar kendaraan yang berasal dari arah Jalan Letjen S Parman menuju Jatibaru akhirnya memutuskan berbalik arah karena air yang tinggi dan lalu lintas yang terhenti di atas flyover.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau