Pulang Tur, Band AirA Kena Macet Empat Jam

Kompas.com - 17/01/2013, 20:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sepulang dari tur Jawa Timur dan Jawa Tengah, band AirA terkejut melihat banjir dahsyat yang melanda Jakarta. Bahkan, gara-gara banjir, mereka terjebak macet total di Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Ini baru sampai di Jakarta, tadi harus menerobos banjir dan kena macet sampai empat jam," cerita Indra kepada Kompas.com saat dihubungi per telepon di Jakarta, Kamis (17/1/2013).

Menurut Indra, jika dalam keadaan normal tanpa banjir dan macet, perjalanan dari Bandar Udara Soekarno-Hatta menuju ke kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bisa ditempuh dalam waktu singkat. "Biasanya cuma 15 menit tanpa macet," kata Indra.

Rumah Indra memang tak terendam banjir Jakarta. Namun, ketika di Semarang dalam rangka tur Jawa Tengah, Indra dan teman-teman segrupnya sempat mengalami kebanjiran di hotel tempat mereka menginap.

"Ya tiap hari di Semarang hujannya lebat. Akhirnya banjir masuk ke hotel tempat kami nginap di daerah Jalan Imam Bonjol," kisah Indra, yang bersama rekan-rekan bandnya membuka konser Sepultura beberapa waktu lalu.

Saking dahsyatnya banjir di Semarang ketika itu, Indra dan kawan-kawannya bisa mengisi waktu luang mereka dengan menangkap ikan yang keluar dari kolam dan masuk ke kamar mereka. "Gue sama anak-anak sampai bisa nangkap ikan kolam yang lepas. Kayak yang pernah gue jadiin foto profil di BB (BlackBerry) gue," kenangnya lalu tertawa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau