Roy Suryo Antisipasi Penyakit Pascabanjir

Kompas.com - 17/01/2013, 20:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo melakukan kunjungan ke kawasan banjir, Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (17/1/2013) siang. Pria yang baru dilantik menggantikan Andi Mallarangeng itu menjelaskan upayanya mengantisipasi ancaman penyakit pascabanjir.

"Biasanya ada pes, kolera. Saya akan lapor ke atas, misalnya Menko Kesra, agar berkoordinasi dengan Menkes dan yang lain," ujar Roy saat mengunjungi rumah korban banjir, Kamis siang.

Hal itu mendorong Roy datang ke kawasan banjir untuk mengumpulkan informasi sebagai langkah dasarnya melakukan koordinasi dengan kementerian lain. Selain itu, Roy juga mengimbau kepada warga yang masih bertahan di dalam rumahnya agar bersedia dievakuasi oleh petugas. Jika warga bersikukuh tak meninggalkan rumahnya, hal itu dapat membahayakan warga sendiri karena arus Sungai Ciliwung deras.

Roy mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan organisasi kepemudaan akan turut membantu proses evakuasi warga. "Kalau masih ada akan kami koordinasikan semua untuk turun dan bergerak. Apalagi, menurut komunikasi saya dengan BMKG, ini belum puncak, masih ada bulan-bulan akhir," ujarnya.

Dalam kunjungannya hari ini, Roy juga memberikan sejumlah bantuan ke posko pengungsi di Kampung Melayu. Roy memberikan makanan siap saji untuk makan siang para pengungsi. Saat kunjungan Roy pada 14.30, genangan air di wilayah tersebut mencapai kedalaman 4 meter. Akibatnya, ratusan rumah yang ada di bantaran sungai masih terendam dan warga belum bisa kembali ke rumahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau