JAKARTA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) menurunkan satu unit kendaraan amfibi Hagglund BV 206 untuk melakukan upaya evakuasi bagi warga yang terjebak banjir di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Kamis (17/1/2013) malam.
Kendaraan amfibi ini pernah digunakan PMI untuk melakukan evakuasi korban akibat letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu.
Yadi, petugas PMI mengatakan bahwa kendaraan Hagglund baru beroperasi sejak sore tadi. "Kami dari sore sudah di sini, baru satu Hagglund yang diturunkan untuk evakuasi warga," ujar Yadi, Kamis malam, saat dijumpai di lokasi.
Kendaraan ini terbilang handal di berbagai medan. Menurut Yadi, kendaraan yang didatangkan dari Swedia itu mampu melewati medan dengan suhu di atas 100 derajat Celcius. Selain itu, kendaraan yang memiliki roda layaknya tank ini juga mampu melintas di medan yang tergenang air hingga ketinggian 1,2 meter.
"Ini termasuk kendaraan amfibi karena bisa mengambang jika dipasangi blower," imbuhnya.
Rekan Yadi bernama Hilman menambahkan bahwa kendaraan ini pun pernah menjalani tugas evakuasi bagi korban Merapi. "Kendaraan ini persis kendaraan yang sama untuk evakuasi korban Gunung Merapi dan Mbah Marijan," kata Hilman.
Hagglund BV 206 ini terdiri dari dua bagian. Bagian depan digunakan untuk pengemudi dan bisa diisi oleh tiga orang penumpang. Di bagian belakang merupakan bak terbuka yang bisa diisi sekitar 12 orang.
Kendaraan berbagai medan ini sebenarnya digunakan untuk militer. Namun, oleh PMI Hagglund disulap menjadi kendaraan evakuasi. PMI baru memiliki lima unit kendaraan jenis ini.
Hanya satu unit yang diturunkan untuk evakuasi di kawasan Thamrin. Untuk evakuasi di kawasan Thamrin, Hagglund beroperasi mulai dari Plaza UOB hingga bundaran HI. Kendaraan ini cukup membantu warga yang terjebak banjir di kawasan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang