Ayah Penentu Keberhasilan ASI Eksklusif

Kompas.com - 18/01/2013, 09:02 WIB

KOMPAS.com – Peran ayah sangat besar untuk keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Sebuah survei mengatakan, keberhasilan ibu menyusui jika ayah tidak tahu dan tidak mendukung hanyalah 26,1 persen. Namun apabila ayah tahu dan mendukung adalah 98,1 persen. Demikian pemaparan dari dr. Utami Roesli, Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia (Selasi).

“Dari angka hasil survei terlihat sangat signifikan lonjakan keberhasilan apabila ayah tahu dan mendukung pemberian ASI eksklusif,” ujarnya pada wartawan Rabu (16/1/2013) kemarin di Jakarta. “Keberhasilan ASI adalah keberhasilan ayah, kegagalan ASI juga kegagalan ayah,” imbuhnya.

Menurut pasal 128 (1) dan 129 (2) Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, setiap bayi Indonesia berhak untuk mendapatkan ASI eksklusif dan setiap ibu berhak untuk didukung secara penuh oleh keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam pemberian kesempatan menyusui.

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto menambahkan, “Menyusui bukan hanya melibatkan ibu dan bayinya, tetapi keluarga, pemerintah, dan masyarakat pun harus mendukung.”

Dalam konferensi pers mengenai penolakan studi daffodil, Mia juga memaparkan risiko-risiko yang mungkin ada jika bayi tidak diberi ASI eksklusif, baik bagi bayi maupun bagi ibu. “Bayi yang tidak diberi ASI akan lebih mungkin terkena berbagai penyakit, obesitas, serta IQ dan perkembangan kognitif yang lebih rendah,” jelasnya.

Aditia Sudarto, salah satu ayah yang aktif dalam komunitas Ayah ASI pun sangat mendukung program ASI eksklusif. “Pemberian ASI pada bayi itu jelas hemat, sehingga uangnya bisa dipakai untuk membeli keperluan lain,” ujarnya.

Utami menambahkan, selain lebih hemat, ASI juga dapat membuat hidup ibu dan bayi lebih berkualitas. “Pemberian ASI dapat menghindarkan bayi dan ibu dari berbagai penyakit sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka,” ungkapnya.

Ia berharap respon positif masyarakat Indonesia untuk memberikan ASI eksklusif semakin bertambah, hingga 100 persen bayi di Indonesia bisa mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau