Banjir, 57 ATM BNI Tidak Beroperasi

Kompas.com - 18/01/2013, 09:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir yang melanda Jakarta sejak kemarin menyebabkan layanan operasional Bank Negara Indonesia (BNI) terganggu. Tercatat, ada 57 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI yang berhenti beroperasi.

Corporate Secretary BNI, Tribuana Tunggadewi, menjelaskan, hingga saat ini, jumlah ATM BNI di Jabodetabek mencapai 2.566 ATM. "Dari jumlah tersebut, ada 57 ATM terkena dampak banjir. Ini disebabkan akses menuju ATM banjir, listrik di lokasi mati, dan sebagian kecil terendam," kata Tribuana dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (18/1/2013).

Selain itu, ada 27 outlet dari 478 outlet BNI yang terhenti layanan operasionalnya akibat banjir di Jabodetabek. Namun, secara keseluruhan, BNI tetap melayani nasabah secara normal.

Menurut Tribuana, operasional outlet yang terhenti operasioalnya ini juga sama penyebabnya, yaitu akses masuk menuju outlet terhalang banjir. "Di sisi lain, transaksi internet banking dan SMS banking berfungsi dengan baik," tambahnya.

Tunggadewi juga mengungkapkan, BNI telah memberikan bantuan kepada sebagian korban banjir di Jabodetabek. Ini antara lain dengan membangun posko penanggulangan bencana di empat lokasi.

Lokasi Posko Aksi Cepat Tanggap yang dibangun BNI adalah pertama di Cililitan, tepatnya di RT 02 RW 07 Kelurahan Cililitan Kecil 3, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kedua,  Posko Bidara Cina, Jalan Tanjung Lengkong RT 04 RW 07, Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur. Ketiga, Posko Rawa Buaya di Jalan Zamrud RT 09 RW 010 No 60 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Keempat, Posko Bendungan Hilir atau Karet Tengsin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau