JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden RI 2004-2009 Jusuf Kalla atau akrab disapa JK mengatakan, masalah infrastruktur di DKI Jakarta harus diselesaikan dalam waktu dekat. Perbaikannya, kata JK, jangan baru dilakukan setelah musim hujan selesai.
"Jangan nanti begitu selesai banjir, orang lupa. Justru pada hari-hari ini perbaikan infrastruktur," kata JK seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (18/1/2013).
Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, kata JK, Presiden juga mengatakan hal yang sama. Presiden menyebutkan bahwa pemerintah pusat segera mengambil langkah-langkah perbaikan infrastruktur untuk mengatasi banjir.
JK lalu mengkritik besarnya anggaran untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang hampir mencapai Rp 200 triliun pada tahun 2013. Padahal, menurut dia, perbaikan infrastruktur memerlukan anggaran besar.
"Anggaran kita terlalu besar subsidinya. Justru dinikmati orang yang macet di jalanan itu. Jadi, bagaimana uang itu jangan dihabiskan di macet," kata politisi senior Partai Golkar itu.
Kepada wartawan, JK sempat curhat ketika menghadapi banjir di Jalan Sudirman-Thamrin kemarin. JK tertahan hingga tiga jam di Jalan Sudirman lantaran kawasan itu lumpuh. "Saya mau ke daerah sini kemarin," katanya.
Seperti diberitakan, pemerintah menetapkan Jakarta Siaga 1 setelah puluhan ribu rumah, fasilitas publik, Balaikota, bahkan Istana Negara terendam, Kamis kemarin. Lumpuhnya aktivitas di Ibu Kota ini terjadi setelah tanggul Kanal Barat jebol di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat.
Akibatnya, air kanal yang seharusnya dialirkan ke laut membanjiri sebagian kawasan Menteng, Tanah Abang, dan Jalan Thamrin. Tanggul jebol sepanjang 50 meter itu mengakibatkan paling tidak 2 juta meter kubik air kanal membanjiri kawasan pusat Jakarta. Jebolnya tanggul juga menyebabkan jaringan kereta api dua arah terputus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang