JAKARTA, KOMPAS.com - Surat keputusan sebagai dasar pemanggilan pemain mengikuti seleksi tim nasional sepak bola U-23 ditargetkan terbit pada 25 Januari. Saat ini, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas sudah selesai memverifikasi jejak prestasi para atlet sehingga surat keputusan bisa segera diterbitkan untuk memulai pemusatan latihan.
Tim pelatih dan manajemen timnas U-23 untuk SEA Games XVII di Myanmar juga sudah mempresentasikan program pelatihan di hadapan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Kamis (17/1/2013).
Presentasi disampaikan Pelatih Aji Santoso yang didampingi Asisten Pelatih Liestiadi dan Manajer Timnas U-23 Edi Nurinda. Pemaparan program juga dihadiri Ketua Umum Satlak Prima Utama-Muda Azlizar Tanjung.
”Tim pelatih tadi memaparkan program pelatihan, mulai dari persiapan umum, persiapan khusus, prakompetisi, hingga kompetisi,” ujar Edi Nurinda.
Sesuai tahapan Satlak Prima, sepak bola bersama sejumlah cabang yang digolongkan sebagai nomor permainan baru akan mendapatkan surat keputusan (SK) pelatnas awal tahun ini.
Azlizar Tanjung mengatakan, SK pelatnas yang menjadi pegangan Prima untuk memanggil para atlet sepak bola ditargetkan terbit 25 Januari 2013.
”Kami terus mendorong Dewan Pelaksana Prima untuk segera menerbitkan. Satlak Prima juga sudah selesai memverifikasi atlet per atlet berdasarkan jejak prestasi mereka dan kompetensi mereka. Bahkan, untuk tim putri, kami juga sudah selesai memverifikasi, tinggal SK terbit,” ujar Azlizar Tanjung.
Edi Nurinda berharap para atlet yang sudah diverifikasi segera mendapatkan SK pelatnas. Setelah itu, mereka akan menjalani tes kesehatan dan tes fisik yang merupakan program di awal pelatnas. PSSI memprioritaskan 30 pemain dari 58 pemain yang diusulkan untuk dipanggil di awal pemusatan latihan.
”Mereka adalah para pemain terbaik. Kami tidak melihat mereka dari mana. Mereka kami harapkan ada di pelatnas,” kata Edi Nurinda.
Program pemusatan latihan akan dibagi dalam tiga tahap, yang diawali dengan tes fisik dan kesehatan. Tes ditargetkan selesai sebelum kompetisi Liga Primer Indonesia bergulir awal Februari. Para pemain akan kembali ke klub masing-masing untuk mengikuti kompetisi.
Aji menegaskan, pihaknya akan menerapkan sistem promosi dan degradasi sesuai dengan perkembangan pemain. Ia mencontohkan, ujung tombak klub Belgia, CS Vise, yakni Syamsir Alam, yang saat ini belum dipanggil akan dipanggil dalam tahap berikutnya.
Salah satu ajang menyeleksi pemain untuk dibawa ke Myanmar adalah Islamic Solidarity Games di Pekanbaru, Riau, pada Juni 2013.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang