SK Pemain Timnas U-23 Terbit 25 Januari

Kompas.com - 18/01/2013, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Surat keputusan sebagai dasar pemanggilan pemain mengikuti seleksi tim nasional sepak bola U-23 ditargetkan terbit pada 25 Januari. Saat ini, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas sudah selesai memverifikasi jejak prestasi para atlet sehingga surat keputusan bisa segera diterbitkan untuk memulai pemusatan latihan.

Tim pelatih dan manajemen timnas U-23 untuk SEA Games XVII di Myanmar juga sudah mempresentasikan program pelatihan di hadapan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Kamis (17/1/2013).

Presentasi disampaikan Pelatih Aji Santoso yang didampingi Asisten Pelatih Liestiadi dan Manajer Timnas U-23 Edi Nurinda. Pemaparan program juga dihadiri Ketua Umum Satlak Prima Utama-Muda Azlizar Tanjung.

”Tim pelatih tadi memaparkan program pelatihan, mulai dari persiapan umum, persiapan khusus, prakompetisi, hingga kompetisi,” ujar Edi Nurinda.

Sesuai tahapan Satlak Prima, sepak bola bersama sejumlah cabang yang digolongkan sebagai nomor permainan baru akan mendapatkan surat keputusan (SK) pelatnas awal tahun ini.

Azlizar Tanjung mengatakan, SK pelatnas yang menjadi pegangan Prima untuk memanggil para atlet sepak bola ditargetkan terbit 25 Januari 2013.

”Kami terus mendorong Dewan Pelaksana Prima untuk segera menerbitkan. Satlak Prima juga sudah selesai memverifikasi atlet per atlet berdasarkan jejak prestasi mereka dan kompetensi mereka. Bahkan, untuk tim putri, kami juga sudah selesai memverifikasi, tinggal SK terbit,” ujar Azlizar Tanjung.

Edi Nurinda berharap para atlet yang sudah diverifikasi segera mendapatkan SK pelatnas. Setelah itu, mereka akan menjalani tes kesehatan dan tes fisik yang merupakan program di awal pelatnas. PSSI memprioritaskan 30 pemain dari 58 pemain yang diusulkan untuk dipanggil di awal pemusatan latihan.

”Mereka adalah para pemain terbaik. Kami tidak melihat mereka dari mana. Mereka kami harapkan ada di pelatnas,” kata Edi Nurinda.

Program pemusatan latihan akan dibagi dalam tiga tahap, yang diawali dengan tes fisik dan kesehatan. Tes ditargetkan selesai sebelum kompetisi Liga Primer Indonesia bergulir awal Februari. Para pemain akan kembali ke klub masing-masing untuk mengikuti kompetisi.

Aji menegaskan, pihaknya akan menerapkan sistem promosi dan degradasi sesuai dengan perkembangan pemain. Ia mencontohkan, ujung tombak klub Belgia, CS Vise, yakni Syamsir Alam, yang saat ini belum dipanggil akan dipanggil dalam tahap berikutnya.

Salah satu ajang menyeleksi pemain untuk dibawa ke Myanmar adalah Islamic Solidarity Games di Pekanbaru, Riau, pada Juni 2013.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau