Warga Protes UOB Buang Air ke Kampungnya

Kompas.com - 19/01/2013, 22:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga Kampung Baturaja, Kecamatan Kebon Melati, Tanah Abang, Sabtu malam, mendatangi Gedung Plaza UOB Thamrin menuntut pertanggungjawaban pihak pengelola gedung karena membuang air banjir ke kampung mereka.

"Baru kali ini kampung kami kemasukan air sampai 50 centimeter, ini karena pihak Gedung UOB membuang air banjir ke kampung kami," kata salah seorang warga, Audi Muhammad Salim, di halaman Gedung UOB Jakarta, Sabtu (19/1/2013) malam.

Menurut keterangan warga, ada tiga rukun warga (RW), yaitu RW 1, RW 3 dan RW 7, yang terkena dampak pembuangan air banjir dari basement Gedung UOB sejak Kamis (17/1/2013).

Warga menuntut pihak Gedung Plaza UOB bertanggung jawab, setidaknya mendirikan posko bantuan.

Pihak perwakilan warga sudah mendatangi Gedung UOB, Jumat (18/1/2013), untuk meminta bantuan dan pertanggungjawaban. Namun upaya mereka tidak membuahkan hasil.

"Kami hanya meminta bantuan, setidaknya nasi bungkus atau air bersih untuk warga, sebagai bentuk pertanggungjawaban," kata Audi.

Akibat pembuangan air banjir tersebut, aliran listrik ke pemukiman warga dipadamkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Kami sudah menunggu lama dan lampu mati, sementara yang lain udah nyala. Kami sudah menghubungi PLN, katanya menunggu UOB kering," keluhnya.

Hingga pukul 21.45 WIB, sejumlah warga masih berada di halaman Gedung Plaza UOB untuk menunggu pihak perwakilan gedung.

Sementara itu, puluhan petugas kepolisian masih berjaga di kawasan gedung, ditambah dengan penjagaan ketat sejunlah petugas berpakaian preman dari pihak gedung.

Berita terkait, baca :

BANJIR RENDAM JAKARTA

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau