Banjir karawang

2 Orang Tewas akibat Tanggul Citarum Jebol

Kompas.com - 19/01/2013, 23:43 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Dua orang meninggal dunia setelah terbawa arus air yang cukup deras, akibat jebolnya tanggul sungai Citarum di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2013).

Kepala Desa Karyamakmur, Paung Sara, membenarkan dua warganya meninggal dunia akibat terbawa arus air saat tanggul sungai Citarum jebol.

"Ada dua korban yang meninggal dunia akibat jebolnya tanggul sungai Citarum. Satu korban merupakan warga yang sudah berusia lanjut dan satu korban lainnya masih balita," katanya, di Karawang.

Dikatakannya, untuk identitas kedua korban yang meninggal dunia itu belum bisa disebutkan. Pihaknya masih melakukan koordinasi kepada berbagai pihak untuk mengetahui identitas kedua korban yang meninggal dunia tersebut.

Sementara itu, ketinggian air di wilayah Batujaya mencapai sekitar 1,5 meter atau setinggi leher orang dewasa akibat jebolnya tanggul Citarum di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya pada Sabtu dinihari.

Kejadian tersebut mengakibatkan lebih dari 900 rumah sekitar wilayah tersebut terendam banjir hingga mencapai sekitar 1,5 meter.

Selain itu, juga memutus jalan raya yang menghubungkan Pakisjaya-Batujaya, serta merendam ratusan hektare areal persawahan yang berada di daerah tersebut.

Akibat putusnya jalan raya itu, maka warga Kecamatan Pakisajaya terisolir. Untuk menempuh ke pusat kota Karawang, warga Pakisjaya harus menempuh jalur menuju Kota Bekasi melewati jembatan penyeberangan Batujaya.


Sumber: Antara

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau