SBY: Jangan Banyak-banyak, Ini Punya Pengungsi

Kompas.com - 20/01/2013, 18:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta menarik perhatian banyak pihak. Seluruh pejabat yang terkait, masyarakat relawan, sampai kepala negara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terjun langsung meninjau lokasi dan korban banjir.

Pada Minggu (20/1/2012) siang, Presiden SBY datang ke pos pengungsian di GOR Otista, Jakarta Timur. Selain mengunjungi warga yang mengungsi akibat banjir, Presiden juga menggelar rapat koordinasi terkait pencegahan dan penanggulangan banjir di Jakarta bersama beberapa pejabat, di antaranya Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, perwakilan DPR, dan perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Seusai rapat, Presiden menyempatkan ke pos-pos relawan dan menengok para pengungsi secara lebih dekat. Meski dikawal ketat, beberapa warga berhasil menyalami Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut. Secara simbolis, SBY juga memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir di lokasi pengungsian.

Ada kejadian unik saat Presiden mengelilingi tenda-tenda relawan yang berjajar di halaman GOR Otista. Saat merapat ke tenda relawan Pramuka, SBY langsung menerima makanan yang disodorkan oleh salah seorang relawan. Makanan itu menu khusus pengungsi, berupa kacang tanah yang digoreng, lalu dicampur dengan ikan teri.

Tanpa malu, SBY langsung menikmati kacang goreng yang sudah digenggamnya. Sesaat kemudian, ia langsung berpindah mengelilingi tenda lain sambil berceletuk "Rasanya enak, jangan banyak-banyak, ini punya pengungsi." Candaan itu langsung disambut tawa para relawan dan warga yang saat itu menyaksikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau