JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan stimulus moneter Pemerintah Jepang sebesar 10,3 triliun yen atau sekitar 115 miliar dollar AS diperkirakan akan menguntungkan perekonomian Asia, khususnya tiga negara, yakni Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Ini diperkirakan bakal direspon investor dan pelaku pasar pada pasar modal nasional. Demikian pernyataan ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, mengutip analisa HSBC dan Credit Suisse Group AG, Senin (21/1/2013) di Jakarta. Ketiga negara itu merupakan negara yang menjadi tumpuan investasi Jepang.
"Namun kurang menguntungkan bagi Korea Selatan dan China yang mengandalkan pasar domestik Jepang sebagai tujuan ekspor manufaktur karena stimulus tersebut membuat mata uang yen melemah signifikan," ujar Lana.
Yen menjadi mata uang yang paling melemah di antara mata uang Asia ainnya dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Kedatangan Perdana Menteri Jepang, Shizo Abe, ke Indonesia dan Thailand pekan lalu menjadi indikasi kuat keuntungan stimulus bagi kedua negara ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang