Banjir Jakarta, Industri Asuransi Antisipasi Lonjakan Klaim

Kompas.com - 21/01/2013, 10:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya masih berlanjut hingga Minggu (20/1/2013), dan telah menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Perusahaan asuransi mulai menerima laporan kerusakan dan klaim. Sejauh ini dilakukan pelayanan darurat.

Sejumlah perusahaan asuransi umum mengaku masih fokus pada layanan evakuasi, khususnya kendaraan akibat bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya. Industri telah mengantisipasi adanya lonjakan klaim, meskipun di sisi lain mereka telah mengampanyekan antisipasi banjir dan akibatnya pada peserta asuransi secara umum.

”Sejak 17 Januari 2013 (saat hari pertama banjir di Jakarta) hingga sore ini kami sudah terima 142 laporan masuk untuk mendapat layanan darurat Garda Siaga kami. Di dalamnya menyangkut evakuasi dan klaim,” ungkap Marketing Communication & Public Relations Head Asuransi Astra Buana Laurentius Iwan Pranoto ketika dihubungi, Minggu.

Laurentius menyatakan, pihaknya saat ini fokus pada layanan evakuasi. Garda Oto dari Asuransi Astra menyiapkan 44 titik untuk evakuasi sementara bagi mobil pelanggan Garda Oto. Tim Layanan Darurat Garda Siaga telah melayani beberapa pelanggan Garda Oto yang mengalami mobil terendam maupun terjebak di beberapa titik banjir Jakarta, seperti Kemayoran, Sunter, Kelapa Gading, Cengkareng, Daan Mogot, dan Bekasi.

Peningkatan permintaan evakuasi juga dialami perusahaan asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance). Jumlah evakuasi dan klaim sepanjang tanggal 17 Januari-18 Januari mencapai 65 permohonan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan hari biasa.

Menurut Business Support Deputy Division Head Adira Insurance, Ernita Sari, puncak permintaan evakuasi terjadi pada 17 Januari lalu. ”Kami buka 24 jam untuk melayani jasa evakuasi maupun klaim,” kata Ernita.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pada tahun 2002 klaim banjir total tercatat Rp 1,5 triliun. Itu mencakup pengajuan klaim 1.145 polis rumah, 1.804 polis kendaraan bermotor, 547 polis bangunan komersial, dan 780 polis pabrik. Sedangkan nilai klaim akibat banjir selama seminggu tahun 2007 mencapai Rp 2,1 triliun. Angka klaim tahun 2007 meningkat menjadi Rp 1,127 miliar per kejadian dari tahun 2002 Rp 359 juta per kejadian.

Laurentius memperkirakan jumlah klaim akibat banjir tahun ini bisa lebih lebih kecil, namun dengan tingkat kerusakan barang yang lebih parah. Ini setelah melihat daerah kawasan yang terkena banjir yang relatif berbeda dengan tahun 2007. Misalnya di Jakarta, antara lain kawasan Jalan Sudirman dan MH Thamrin, yang sebelumnya tidak terkena banjir parah. Tahun 2007, nilai total klaim banjir Astra Buana mencapai Rp 70 miliar.

Nilai klaim yang lebih kecil juga diharapkan Ernita. Hal ini seiring edukasi dan antisipasi yang sudah dilakukan bagi pemilik kendaraan bermotor. Industri asuransi sudah sejak awal musim penghujan mengampanyekan perlunya antisipasi dan kewaspadaan terkait dampak banjir datang sewaktu-waktu. (BEN/MDN/K04/K08/*/IDR)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau