Bepe Serahkan "Nasib" Nomor 20 ke Persija

Kompas.com - 21/01/2013, 17:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen Persija Jakarta, soal apakah nomor punggung 20 miliknya akan dipensiunkan atau tidak, setelah dirinya tidak didaftarkan Persija untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013.

"Lebih pas ditanyakan kepada manajemen. Kebijakan seperti itu tidak dikeluarkan pemain, tapi manajemen. Manajemenlah yang menilai titik kepantasan mengenai hal itu," kata Bepe kepada Jakarta Football Community RRI 105 Pro 2 FM.

Nomor 20 di Persija sendiri sudah melekat dengan nama Bambang Pamungkas. Sebelumnya, ketika Bepe pergi dari Persija untuk memperkuat Selangor FC di musim 2005-2006, nomor 20 disimpan hingga dipakai kembali oleh striker kelahiran Semarang itu pada 2007. Bepe pun mengaku akan terhormat jika kali ini nomor 20 diistirahatkan oleh manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran.

"Pada 2005-2006, memang manajemen tidak memberi nomor 20 ke siapapun. Waktu itu, saya komunikasi kepada manajemen bahwa saya mandek dan butuh tantangan baru, tapi saya mengatakan tidak akan bermain di Indonesia selain Persija, maka saya akhirnya keluar. Saya tidak tahu apa pertimbangan manajemen kala itu mengistirahatkan nomor 20 sampai kemudian dipakai kembali," jelas Bepe.

"Setiap manajemen tentu berbeda pemikiran dan pemahaman, sehingga kebijakan yang dikeluarkan bisa berbeda juga. Kalau toh-nya diistirahatkan tentu itu kehormatan buat saya. Yang jelas, hal itu harus diserahkan kepada manajemen karena mungkin ada pemain lain atau baru yang suka dengan nomor 20, sementara manajemen memberikan. Itu tak salah buat saya," terangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau