Hercules: Banjir Jakarta Kesalahan Pemerintah Sebelumnya

Kompas.com - 21/01/2013, 18:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rosario Marshal mengatakan, bencana banjir kali ini merupakan kesalahan pemerintahan sebelumnya. Mereka lebih mementingkan urusan bisnis dibanding menata ulang Jakarta agar bisa mencegah terjadinya bencana banjir.

"Mereka hanya mementingkan bisnis saja. Daerah waduk malah dibangun mal dan apartemen," kata Hercules saat memberi bantuan ke korban banjir Penjaringan Palmerah, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2013).

Untuk itu, kata Hercules, pemerintah harus segera membetulkan drainase saluran air maupun resapan air. Dengan dibetulkannya saluran air, Jakarta bisa terbebas dari banjir yang mengancam selama lima tahun sekali.

Sementara terkait sumbangan kepada korban bencana banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, GRIB memberi sumbangan berupa 1.000 selimut dan biskuit untuk persediaan korban bencana banjir.

"Sumbangan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian kita untuk korban bencana," kata Hercules.

Menurut Hercules, selain selimut dan biskuit, GRIB juga memberikan sumbangan berupa berupa nasi uduk, 200 mi instan serta 50 dus kaleng susu. Sumbangan tersebut diharapkan bisa sedikit membantu korban-korban bencana banjir.

Selain bantuan logistik, kata Hercules, GRIB juga menerjunkan 3.000 personel untuk membantu evakuasi warga yang masih terjebak banjir. Mereka disebar di seluruh wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang masih terendam banjir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau