JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rosario Marshal mengatakan, bencana banjir kali ini merupakan kesalahan pemerintahan sebelumnya. Mereka lebih mementingkan urusan bisnis dibanding menata ulang Jakarta agar bisa mencegah terjadinya bencana banjir.
"Mereka hanya mementingkan bisnis saja. Daerah waduk malah dibangun mal dan apartemen," kata Hercules saat memberi bantuan ke korban banjir Penjaringan Palmerah, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2013).
Untuk itu, kata Hercules, pemerintah harus segera membetulkan drainase saluran air maupun resapan air. Dengan dibetulkannya saluran air, Jakarta bisa terbebas dari banjir yang mengancam selama lima tahun sekali.
Sementara terkait sumbangan kepada korban bencana banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, GRIB memberi sumbangan berupa 1.000 selimut dan biskuit untuk persediaan korban bencana banjir.
"Sumbangan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian kita untuk korban bencana," kata Hercules.
Menurut Hercules, selain selimut dan biskuit, GRIB juga memberikan sumbangan berupa berupa nasi uduk, 200 mi instan serta 50 dus kaleng susu. Sumbangan tersebut diharapkan bisa sedikit membantu korban-korban bencana banjir.
Selain bantuan logistik, kata Hercules, GRIB juga menerjunkan 3.000 personel untuk membantu evakuasi warga yang masih terjebak banjir. Mereka disebar di seluruh wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang masih terendam banjir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang