JAKARTA, KOMPAS.com - Kontak Tani Nelayan Andalan memperkirakan lebih dari 80.000 hektar padi rusak karena kebanjiran. Hamparan tanaman padi tersebut tersebar dari Serang, Karawang, Demak, pertanaman di sepanjang Sungai Bengawan Solo dan juga di Sulawesi Selatan.
Menurut Ketua Umum KTNA Winarno Tohir, Senin (21/1/2013), di Jakarta, dari laporan yang diterima KTNA di Provinsi Banten terutama di Kabupaten Serang, sekitar 20.000 hektar (ha) tanaman padi rusak. ”Di Karawang, Jawa Barat, juga sekitar 20.000 ha terendam akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum,” katanya.
Untuk pertanaman padi di Serang, umumnya yang terkena banjir usia seminggu hingga enam minggu. Di Karawang sekitar dua minggu sampai delapan minggu. ”Tingkat kerusakannya bervariasi, mulai dari yang berat hingga ringan,” ujarnya.
Selain di Serang dan Karawang, juga di Kabupaten Demak dan Kudus. Diperkirakan sekitar 12.000 ha sawah terendam akibat meluapnya sungai setempat. Adapun hamparan sawah di sepanjang Sungai Bengawan Solo seperti di Bojonegoro dan sekitarnya, ada 17.000 ha pertanaman padi yang kebanjiran.
KTNA berharap pemerintah segera melakukan verifikasi dan menghitung luasan pertanaman padi yang rusak karena banjir. Dan diharapkan bisa segera memberikan bantuan, sekaligus menjadwalkan kapan penanaman ulang dilakukan.
Kalau tidak segera ada bantuan, dikhawatirkan akan mengganggu produksi padi nasional. Selain itu bisa menurunkan produktivitas tanaman padi.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udoro Kasih Anggoro menyatakan, pemerintah tengah mendata pertanaman padi dan petani korban banjir, sekaligus menentukan lokasinya. Dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Hasil verifikasi pemerintah daerah baik pada tingkat kabupaten atau provinsi, selanjutnya diajukan ke Jakarta guna mendapat bantuan benih yang akan diambil dari cadangan benih nasional.
”Prinsipnya begitu ada verifikasi dari pemerintah daerah, saya langsung tanda tangan. Untuk selanjutnya benih bantuan diberikan,” katanya.
Verifikasi termasuk penentuan petani dan lokasi yang dilanda banjir, penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Petani berharap bantuan benih segera diberikan agar ketika hujan reda dan air surut petani bisa langsung menyemai benih dan menanaminya kembali. Sehingga masih bisa mengejar musim tanam padi pada musim berikutnya. Kalau bantuan lama, dikhawatirkan musim tanam padi berikutnya tak terkejar.
Menteri Pertanian Suswono, Selasa ini, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Ciujung, Kabupaten Serang, Banten. Kunjungan dilakukan dalam rangka meninjau dampak bencana banjir pada peningkatan produksi beras nasional dan pemberian bantuan benih kepada petani yang tanaman padinya terendam banjir.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam rapat kerja sektor pertanian di Kementerian Pertanian, belum lama ini, menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional. Pemerintah tahun 2014 menargetkan surplus produksi beras nasional 10 juta ton. (MAS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang