Penerbangan

Badan Antariksa Jepang Periksa Baterai Dreamliner

Kompas.com - 22/01/2013, 14:14 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Sebuah baterai lithium-ion dari sebuah Boeing 787 Dreamliner, Selasa (22/1/2013), dibawa ke Badan Angkasa Luar Jepang untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan itu, para ahli berharap bisa menemukan sebab terbakarnya baterai yang terkait dengan sistem elektronik pesawat terbang canggih itu.

"CT scan akan dilakukan di fasililtas milik Badan Eksplorasi Angkasa Luar," kata Menteri Transportasi Jepang Akihiro Ota.

"Dalam pemeriksaan penyebab masalah baterai ini, kami bekerja sama dengan NTSB dan FAA," tutur Ota.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) adalah badan yang mengawasi dan menyelidiki beraneka masalah keselamatan transportasi—semacam KNKT di Indonesia.

Sebelumnya, para penyelidik fokus menyelidiki pembuatan baterai yang diproduksi GS Yuasa, sebuah perusahaan yang berpusat di kota Kyoto.

Penyelidikan ini dilakukan setelah sebuah Dreamliner milik All Nippon Airways (ANA) harus mendarat darurat, pekan lalu, setelah baterai yang menjadi tenaga sistem elektronik pesawat itu hangus terbakar.

Para penyelidik sudah meninjau ke pabrik Yuasa, tetapi menegaskan bahwa pemeriksaan ini tidak berarti Pemerintah Jepang menyimpulkan semua masalah Dreamliner akan ditimpakan kepada Yuasa.

Meski demikian, pemeriksaan terhadap Yuasa itu berpengaruh langsung terhadap harga saham Yuasa di bursa Tokyo.

Yuasa, yang juga memiliki kontrak untuk memasok baterai ke Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS), adalah satu dari banyak kontraktor dalam rantai produksi global yang terlibat dalam proyek pengembangan Dreamliner.

Panjangnya rantai produksi inilah yang menjadi salah satu penyebab terlambatnya pengiriman Dreamliner pertama pesanan ANA hingga tiga tahun. ANA baru menerima Dreamliner pertamanya pada 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau