Dampak banjir jakarta

Pedagang Hentikan Pengiriman Cabai ke Jakarta

Kompas.com - 22/01/2013, 18:56 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com - Pengiriman cabai dari Sub Terminal Agribisnis Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, ke Jakarta dialihkan sejak tiga hari terakhir akibat banjir di Ibu Kota. Pedagang tidak mau mengambil risiko jika pengiriman terhambat dan menyebabkan kualitas produk menurun.

"Sudah tiga hari terakhir tidak mengirim ke Jakarta karena risiko transportasi, karena banjir, pengiriman bisa terlambat dan menjadi cepat busuk," kata Supardjo (53), seorang pengepul cabai, di Sub Terminal Agribisnis Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Selasa (22/1/2013).

Biasanya, dia mengirim cabai ke Pasar Cibitung Jakarta antara 2,5-3 ton per hari menggunakan truk. Pengiriman biasanya dilakukan pukul 19.00 WIB dan tiba di Jakarta pukul 10.00-11.00 WIB. Namun, pada pengiriman terakhir beberapa waktu lalu, truk pengangkut baru tiba di Jakarta pukul 16.00-17.00 WIB akibat terhadang banjir.

"Cabai pun kualitasnya menurun karena hampir membusuk. Akibatnya, harga turun," keluh Tarmidji (39), bandar cabai lain di Sub Terminal Agribisnis Kutabawa.

Dia mencontohkan harga cabai rawit merah untuk dijual di Jakarta berkisar Rp 30.000-Rp 35.000, namun, karena kualitasnya menurun, harganya merosot menjadi Rp 25.000 per kg. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau