Pria Buta Lecehkan Bocah yang Menolongnya

Kompas.com - 22/01/2013, 23:49 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com Dikasih hati malahan minta jantung, inilah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan Ramli Salleh. Bukannya berterima kasih, Ramli malah melakukan pelecehan seksual terhadap bocah yang sudah berbaik hati menolongnya menyeberang jalan.

Stomp Singapura belum lama ini melaporkan, Ramli mengaku bersalah dan diganjar hukuman penjara 6 bulan atas perbuatannya. Peristiwa memilukan ini diawali ketika bocah berhati emas ini sedang bergerak pulang ke rumahnya di kawasan Ang Mo Kio Avenue 4. Kemudian, dia melihat Ramli yang diam terpaku berdiri dan mengalami kesulitan untuk menyeberang.

Tanpa ragu, bocah ini kemudian menawarkan bantuannya. Setelah ditolong, Ramli yang berumur 39 tahun ini segera menarik bocah malang itu ke toilet umum dan menyeretnya ke bilik. Bocah ini berusaha keras untuk melepaskan diri. Namun, pria buta ini jauh lebih kuat untuk menahan bocah berumur 14 tahun tersebut agar tidak lepas dari pegangannya.

Ramli mengaku bersalah telah menggunakan kekerasan seksual untuk memegang kemaluan bocah tersebut dan juga mengusap wajah dan kepalanya ke paha bocah itu. Dia juga berusaha memaksanya untuk melepaskan celana olahraga yang dipakainya walaupun tidak berhasil. Syukurlah, bocah ini dengan cerdik dan diam-diam mengirim pesan singkat ke temannya yang kemudian segera membawa seseorang yang berpura-pura sebagai ayah bocah itu untuk segera menjemputnya dari toilet.

Pria buta ini kemudian melepas bocah yang sudah dilecehkannya. Tanpa basa-basi, bocah tersebut segera melaporkan kasus ini ke polisi dan menyatakan bagaimana dia merasa sangat dipermalukan atas pelecehan ini. Ramli sendiri mencoba mengajukan keringanan hukuman dengan dalih dia buta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau