Penyakit akibat banjir

Leptospirosis Mirip Tifus

Kompas.com - 23/01/2013, 02:52 WIB

Jakarta, Kompas - Salah satu penyakit berbahaya saat banjir adalah leptospirosis. Gejala penyakit mirip demam berdarah dan tifus sehingga banyak orang tak waspada. Padahal, tingkat kematian cukup tinggi.

”Sekitar 30 persen orang yang diduga menderita demam berdarah ternyata menderita leptospirosis,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Kementerian Kesehatan, Rita Kusriastuti, di Jakarta, Selasa (22/1).

Kesulitan diagnosis terjadi karena gejala awal leptospirosis sama seperti gejala demam berdarah dan tifus, yaitu demam, nyeri kepala, dan sakit otot seperti layaknya penderita flu.

Jika gejala terjadi pada musim banjir, tenaga medis perlu menggali informasi lebih detail, bagian otot mana yang mengalami nyeri. ”Gejala leptospirosis adalah nyeri di otot betis,” ujarnya.

Gejala leptospirosis ringan hanya demam dan sakit kepala yang dapat diobati dengan antibiotik. Hanya 10 persen penderita leptospirosis yang menunjukkan gejala leptospirosis berat. Keterlambatan pengobatan membuat bakteri leptospira menyebar ke berbagai organ tubuh, seperti ginjal dan paru.

Angka kematian akibat leptospirosis di Indonesia termasuk tinggi, 2,50-16,45 persen. Pada penderita berumur lebih dari 50 tahun, tingkat kematian 56 persen. Penderita yang mengalami kerusakan hati, ditandai selaput mata berwarna kuning, tingkat kematian lebih tinggi lagi.

Ahli hama tikus dari Institut Pertanian Bogor, Swastiko Priyambodo, mengatakan, tikus pembawa bakteri leptospira adalah tikus got (Rattus norvegicus). Di Indonesia, tikus got berwarna hitam dan berukuran besar. (MZW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau