Jokowi: Jalanan Rusak Diperbaiki Begitu Cuaca Cerah

Kompas.com - 23/01/2013, 12:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bencana banjir tidak hanya menyisakan lumpur di jalan-jalan maupun rumah warga, tetapi juga menyisakan permasalah baru bagi Pemprov DKI Jakarta, yakni banyaknya jalan yang rusak akibat terendam banjir.

Untuk mengatasi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji akan segera menanggulangi permasalahan yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa tersebut.

"Ya, nanti bakal diatasi. Kan mau ada pertemuan," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Menurut Jokowi, pihak Dinas Pekerjaan Umum DKI baru dapat membetulkan jalan berlubang tersebut apabila dalam keadaan cuaca yang cerah dan terang, bukan saat hujan turun karena tidak akan memberikan efek sama sekali.

"Tapi, enggak bisa sekarang karena masih musim hujan. Kalaupun ditambal, ya percuma. Kalau kecelakaan karena berlubang itu nanti coba kita (Pemprov DKI) tanggulangi," kata Jokowi.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Maman Suparman mengungkapkan, banjir tersebut telah mengakibatkan sebanyak 7.502 titik jalan berlubang dan rusak. Jalan yang rusak meliputi jalan nasional, jalan arteri, dan jalan kota mencapai luas 2.753.840 meter persegi.

"Berdasarkan pantauan kami per tanggal 17 Januari, sudah cukup banyak jalan yang rusak, itu sudah termasuk disebabkan karena banjir," kata Maman.

Pertambahan luasan jalan rusak, kata dia, sebanyak 6.039 meter persegi dengan pertambahan titik jalan yang rusak berlubang sebanyak 1.038 titik jalan.

Maman mengatakan, Dinas PU DKI telah mengupayakan perbaikan jalan-jalan yang rusak. Perbaikan jalan tersebut mereka lakukan pada malam hari mengingat arus lalu lintas tidak begitu padat, serta saat kondisi cuaca cerah atau tidak hujan. Dengan begitu, aspal dapat cepat mengering dan pagi hari sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.

"Kami sudah mulai mengerjakannya. Di Jalan Panjang Jakarta Barat, Warung Buncit, Rasuna Said, dan Jalan Pemuda sudah kami tutup dan akan terus kami lakukan," ujarnya.

Berdasarkan data TMC Polda Metro Jaya, ada 10 titik jalan berlubang di Jakarta, yaitu di sekitar depan Rumah Sakit Harapan Kita ke arah Slipi, Jakarta Barat.

Kedua, dari lampu merah Kebon Jeruk hingga ITC Permata Hijau dan arah sebaliknya, banyak jalan bergelombang dan berlubang.

Ketiga, jalan rusak dan berlubang cukup dalam di Jembatan Gantung, Jl Daan Mogot ke arah Grogol.

Keempat, jalan berlubang di sekitar Enggano Priok dan Jalan Cilincing, Jakarta Utara.

Kelima, di ruas Bundaran Hotel Indonesia ke Sudirman, di beberapa titik ada jalan berlubang.

Keenam, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dari arah Arion ke Pramuka.

Ketujuh, Jalan Warung Jati dan Jalan Buncit Raya.

Kedelapan, jalan berlubang di Bundaran Senayan ke arah Moestopo di depan Aula Deplu.

Kesembilan, jalan berlubang di beberapa titik di Jl Gatot Subroto dan Jl MT Haryono, dan terakhir di ruas Kebon Jeruk ke arah Kedoya, Jakarta Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau