Jaringan Narkoba Gunakan KTP Gelap

Kompas.com - 23/01/2013, 14:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyelundupan narkotika dengan modus menggunakan KTP orang lain sebagai penerima barang haram itu. Oleh sebab itu, warga masyarakat yang kehilangan kartu identitas diminta melaporkannya ke polisi.

Kepala Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto mengungkapkan, kasus dengan modus demikian diungkap petugasnya pada 28 Desember 2012 lalu, bermula dari sebuah paket mencurigakan yang diterima Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat. Paket itu berasal dari Mumbai, India, dan ditujukan kepada seseorang berinisial UY di Jalan Bulak Perwira RT 4 RW 17, Bekasi, Jawa Barat.

"Kami lakukan control delivery ke alamat yang tertera di paket. UY tidak ada di tempat, tapi ada orang berinisial AN yang menerima paket itu," ujar Sumirat dalam acara pemusnahan barang bukti di halaman BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (23/1/2013).

Yang menjadi kecurigaan petugas kala itu, AN berusaha meyakinkan bahwa paket tersebut dapat diberikan kepadanya dengan menunjukkan kartu identitas UY. Menurut AN, UY saat itu berhalangan hadir sehingga dirinya diberikan amanat untuk mengambil paket tersebut. Tak butuh waktu lama, petugas BNN kemudian menangkap AN. Bersamaan dengan itu, petugas juga membongkar isi paket tersebut. Terbukti, paket itu berisi narkotika jenis sabu kristal seberat 1.015 gram. Tersangka berikut barang bukti pun digelandang ke BNN.

AN dijerat dengan Pasal 112, Pasal 132, dan Pasal 113 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang tindakan penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu kristal dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. Kasus itu juga masih dalam pengembangan.

Sumirat berharap masyarakat yang kartu identitasnya hilang diharapkan lapor ke pihak kepolisian. "Kami bersyukur saat ini sudah mulai diberlakukan identitas tunggal. Setidaknya, itu bisa memutus atau menekan kegiatan sindikat narkoba ini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau