Kebutuhan Obat akan Meningkat

Kompas.com - 23/01/2013, 16:27 WIB

KOMPAS.com - Meningkatnya jumlah masyarakat yang akan ditanggung jaminan kesehatan nasional mulai tahun 2014 mendatang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan akan obat. Perusahaan farmasi bersiap menaikkan kapasitas produksinya.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT. Novartis Indonesia Luthfi Mardiansyah dalam acara SEHATi Bicara yang diadakan Novartis di Jakarta, Rabu (23/1/13) .

"Untuk kebutuhan obat pada tahun 2014 sebenarnya tak banyak berubah dengan sekarang, namun untuk tahun 2019 yang ditargetkan cakupan peserta JKN seluruh rakyat Indonesia tentu akan terjadi lonjakan yang drastis," katanya.

Saat ini, kebutuhan obat nasional dipenuhi industri lokal sebesar 90 persen walau sekitar 90 persen bahan baku obat masih diimpor.

Luthfi menyebutkan, saat ini terdapat 300 perusahaan farmasi lokal dan 25 perusahaan multinasional. Rata-rata perusahaan tersebut sudah berpartisipasi dalam program Askes, Jamkesmas, atau Jamkesda.

"Jika nanti seluruh rakyat Indonesia sudah dilindungi asuransi tentu akan terjadi peningkatan kebutuhan obat. Jika volume naik maka akan ada perhitungan ekonomisnya sehingga harga obat membaik," paparnya.

Menurut  Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan drg.Usman Sumantri, pemerintah telah menyiapkan roadmap untuk mendukung diberlakukannya SJSN tahun depan. Terkait dengan penyediaan obat yang bermutu, penetapan harga obat, serta peraturan mengenai perpajakan.

"Jangan sampai bahan baku obat atau alat-alat medis dikenai pajak tinggi seperti sekarang," kata Usman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau