JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, merupakan salah satu kawasan yang dilanda banjir parah. Dari hari pertama banjir melanda, kawasan ini seperti mati. Ketinggian banjir mencapai lebih dari satu meter, toko-toko tutup, dan tidak ada aktivitas warga. Hari ini, Rabu (23/1/2013), banjir di kawasan Glodok berangsur surut. Kawasan yang juga dikenal dengan sebutan Pecinan di Jakarta ini mulai bergeliat kembali. Toko dan rumah makan sudah kembali buka, hiruk pikuk pedagang dan kendaraan berlalu-lalang dengan bebasnya menambah keramaian kawasan ini.
Hiruk pikuk juga terjadi di Wihara Dharma Bhakti di Jalan Kemenangan, Petak Sembilan, Glodok. Di sela- sela umat yang berdoa, pengurus Wihara juga sibuk membersihkan sisa lumpur dan minyak yang memenuhi lantai Wihara. Sejumlah benda yang tidak bisa dipakai lagi karena rusak akibat banjir. Beberapa yang masih bisa dipakai dibersihkan kemudian dijemur.
"Kemarin tingginya hampir 1,5 meter, semua ruangan terendam. Baru kemarin, Selasa, air sudah surut dan kita langsung bersih-bersih. Waktu kemarin itu minyak dan lumpur di mana-mana, lantainya licin. Kalau hari ini sudah 80 persen bersih, tinggal mengganti sejumlah alat elektronik yang rusak akibat banjir," kata salah seorang pengurus Wihara Dharma Bhakti.
Berbeda dengan Wihara Dharma Bakti, Wihara Toasebio yang juga berada di Jalan Kemenangan, Petak Sembilan, masih harus ditutup bagi umat karena air masih menggenang sekitar 30 sentimeter. Pengurus Wihara dibantu sejumlah warga tampak bahu membahu membersihkan. Tampak mereka menggunakan sabun colek dan sikat untuk mengangkat minyak yang menempel di lantai Wihara.
"Hati-hati licin, banyak minyak yang tumpah. saya aja sampai kotor begini," kata seorang penjaga di Wihara Toasebio.
Dia menjelaskan, posisi wihara yang lebih rendah dari jalan membuat air tidak bisa disedot oleh mesin, karena air pasti akan masuk lagi dari Wihara. Satu-satunya harapan adalah menunggu air surut dengan sendirinya. Kondisi terparah ada di dalam Wihara, terdapat minyak di mana-mana. Karena bercampur dengan air banjir yang kotor, minyak dari lilin yang menggumpal mengakibatkan lantai licin.
"Mungkin butuh dua hari baru bisa bersih, tapi tetap saja tergantung curah hujan. Kalau masih hujan, ya berarti masih banjir," katanya lagi.
Berita terkait banjir Ibu Kota dapat diikuti dalam topik:
Banjir Rendam Jakarta