Kronologi Presdir PT Dayaindo Ditemukan Gantung Diri

Kompas.com - 25/01/2013, 15:15 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Kepolisian Sektor Metro Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (25/1/2013), merilis krolonogi tewasnya Presiden Direktur PT Dayaindo Resourches Internasional Tbk, Sudiro Andi Wiguno (35). Sudiro ditemukan tewas gantung diri pada Rabu (23/1/2013) lalu. Berdasarkan kronologi versi polisi, tewasnya Sudiro pertama kali diketahui oleh anaknya, MFR (12). MFR kemudian memberitahukan kerabatnya, Supolo.

Kejadian itu berawal ketika Supolo tengah membersihkan karpet lantai atas rumah yang berada di dalam kamar anak korban. Pandangan Supolo tertuju pada sebuah kamar tamu yang tidak tertutup dan melihat korban sudah dalam posisi terduduk pada lantai bersandar pada dinding di bawah jendela dengan posisi kaki selonjor.

"Saksi mengira bahwa korban tertidur biasa sehingga meneruskan pekerjaannya hingga menjelang pukul 07.00 WIB," kata Kepala Polisi Sektor Metro Ciputat, Tangerang Selatan, Komisaris Alip, di Mapolsek Ciputat, Jumat (25/1/2013).

Setelah itu, Supolo meminta anak Sudiro untuk membangunkan korban agar mengantar anaknya menuju sekolah. Anak korban kemudian menaiki lantai dua rumah tempat Supolo melihat korban sebelumnya. Namun, tiba-tiba anak korban berlari ke arah Supolo. "Pak De, ayah, ayah," ujar Alip menirukan.

Supolo lantas mendatangi korban dan ternyata setelah dilakukan pengecekan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah itu, lanjut Alip, Supolo memanggil petugas keamanan rumah bernama Toto dan melakukan pengecekan terhadap korban. Setelah dicek, dipastikan korban telah tewas. Saat Supolo dan Toto bermaksud untuk merebahkan korban, mereka tidak menyadari bahwa leher korban dalam keadaan terikat karena tertutup gorden jendela.

"Saat diangkat, ternyata di leher korban, saksi melihat dalam keadaan terikat sebuah kain yang diikatkan pada teralis jendela yang sebelumnya saksi Supolo maupun Toto tidak melihat adanya ikatan kain pada leher korban mengingat tertutup kain gorden," papar Alip.

Sejumlah barang bukti terkait peristiwa itu adalah dua buah potongan kain corak batik warna coklat, satu buah sarung kotak-kotak warna merah, satu buah celana dalam pria, sebuah kaus berwarna putih, dan satu buah celana kain pendek warna abu-abu merek Castilo diamankan petugas.

Polisi saat ini masih mendalami saksi-saksi terkait motif gantung diri tersebut. Sejumlah saksi masih akan diperiksa dan dimintai keterangan terkait peristiwa itu. Kasus ini dalam penanganan Polsek Ciputat, Tangerang Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau