Penumpang Kopaja AC Ogah Gunakan Halte Transjakarta

Kompas.com - 25/01/2013, 19:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski kopaja AC telah diperbolehkan menggunakan jalur transjakarta mulai Selasa (22/1/2013) oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, tak semua kopaja menggunakan jalur tersebut. Yang terjadi, di ruas jalan diterapkannya sistem tersebut, kopaja AC masih banyak mengambil penumpang di tepi jalan.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, Jumat (25/1/2013), di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa kopaja AC P-20 (Lebak Bulus-Pasar Senen) lebih memilih menaikkan penumpang di pinggir jalan dan menjadikan halte transjakarta hanya untuk tempat menurunkan penumpang.

Padahal, di jalan tersebut kopaja AC seharusnya menggunakan jalur transjakarta secara penuh dan menaikturunkan penumpang di halte transjakarta yang bersinggungan dengan rute transjakarta koridor VI (Halimun-Ragunan).

Dari pengamatan, apa yang terjadi tersebut sepertinya karena masih anehnya penerapan sistem integrasi tersebut. Hal itu karena jika penumpang yang ingin menggunakan kopaja AC masuk ke halte transjakarta, mereka akan dikenai tarif sebesar Rp 3.500. Kemudian nantinya di dalam bus kopaja, mereka harus membayar Rp 5.000 lagi.

Namun, jika mereka naik kopaja AC tidak dari halte transjakarta, mereka hanya perlu membayar Rp 5.000 di dalam bus kopaja AC dan jika nanti berhenti di halte transjakarta, mereka tidak perlu membayar lagi jika ingin melanjutkan perjalanan dengan bus transjakarta.

Menurut Mega, salah seorang karyawati yang berkantor di Gedung Mega Plaza, dirinya memilih naik kopaja AC tidak dari halte transjakarta agar tidak membayar biaya yang besar.

"Kalau naik dari halte busway, masuk halte bayar Rp 3.500. Nanti di (dalam bus) kopaja bayar lagi Rp 5.000, jadinya malah lebih mahal. Kalau naik dari sini (pinggir jalan), kan, cuma perlu bayar Rp 5.000. Kalaupun nanti lanjut naik busway, enggak perlu bayar lagi," kata Mega di halte Jasa Raharja yang terletak tidak jauh dari halte transjakarta Kuningan Madya.

Kepala Operasional Kopaja Nanang Basuki, saat dihubungi, menjelaskan bahwa hal tersebut karena proses pembuatan tiket untuk kopaja AC yang belum selesai dan menurut dia, pada Senin (28/1/2013) proses pembuatan tiket telah selesai dan dapat digunakan.

"Itu karena proses tiket untuk kopaja yang belum selesai dan karena masa uji coba sehingga harus tetap dilaksanakan. Namun, mulai senin, tiket sudah selesai. Jadi, ketika masuk halte, hanya membayar Rp 5.000 dan tidak perlu bayar Rp 3.500 lagi," tutur Nanang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau