Pembangunan Hotel di Badung Akan Dikendalikan

Kompas.com - 26/01/2013, 09:54 WIB

KUTA, KOMPAS.com - Bupati Badung Anak Agung Gde Agung menyiapkan regulasi tentang pembangunan hotel baru di kabupaten terkaya di Provinsi Bali itu. "Kami tengah menyusun peraturan bupati tentang penataan dan pengendalian pembangunan hotel dengan mempertimbangkan adanya lahan tidur," katanya di Kuta, Jumat (25/1/2013).

Beberapa lahan terutama di kawasan Badung selatan, menurut dia, sudah banyak dikuasai investor, namun sampai sekarang tidak kunjung ada pembangunan. "Dalam waktu dekat peraturan itu akan keluar secepatnya, tunggu saja," tegas Gde Agung.

Tak diberdayakannya lahan tersebut dinilai Bupati Badung berdampak terhadap masyarakat yang tidak bisa menggarap lahan. Selain itu masyarakat sekitar juga tidak bisa mendapatkan pekerjaan dan produk kerajinan tangan masyarakat tak ada yang menampung.

Sementara itu, di beberapa kawasan lainnya sudah padat dengan pembangunan sarana akomodasi pariwisata seperti hotel, restoran, dan tempat hiburan. "Di satu kawasan sudah padat, malah lahan sempit dipaksakan menjadi hotel. Padahal itu tidak diperbolehkan," ujarnya.

Lahan-lahan tidur di kawasan Badung Selatan itu diyakini telah ada sebelum dirinya menjabat Bupati dengan pendapatan asli daerah tertinggi di Pulau Dewata itu. Namun Gde Agung tidak menyebutkan berapa jumlah pasti lahan tidur yang dikuasai investor namun tak diberdayakan.

Terkait tanah yang sudah dikuasai investor namun tak kunjung diberdayakan dalam jangka waktu yang lama, menurut Gde Agung, akan ditetapkan sebagai lahan telantar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Tanah telantar itu jangan sampai menjadi lahan yang asosial," tegasnya.

Sedangkan untuk kawasan Badung utara, Pemkab Badung akan tetap memfungsikannya kawasan konservasi, termasuk kawasan wisata alam dan agrowisata yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau