Pluit Masih Tergenang Banjir

Kompas.com - 26/01/2013, 11:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah kawasan di Pluit Utara sampai Sabtu (26/1/2013) masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter.

Traffic Management Center (TMC) Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebutkan, sampai pukul 08.44 WIB, genangan air masih terjadi di Pluit Utara dengan ketinggian sekitar 70 cm.

Demikian pula halnya di depan Mega Mall Pluit Timur, ketinggian genangan air sekitar 50 cm.

Selain itu, TMC juga menyebutkan, di Jalan Raya Tubagus Angke menuju Jembatan Lima atau Jembatan Besi, terjadi kemacetan lalu lintas sebagai imbas dari banyaknya lubang.    

Tercatat ada tiga lubang cukup dalam, 25-30 cm, di Jalan Tubagus Angke atau tepatnya di depan Pasar Angke. "Pengguna kendaraan harus berhati-hati," demikian disebutkan TMC.    

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengimbau semua warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit bersedia direlokasi.

"Kami terus mengimbau dan membujuk warga yang menjadi korban banjir di bantaran Waduk Pluit agar mau direlokasi sehingga normalisasi waduk bisa cepat dilaksanakan," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat.

Jokowi mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus membujuk warga yang tinggal di lokasi tersebut secara perlahan-lahan.

"Warga yang masih belum bersedia untuk direlokasi akan terus kami bujuk secara perlahan-lahan. Kami berharap warga mau melakukannya dengan sukarela, tanpa perlu dipaksa," ujar Jokowi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau