Oposisi Mesir Ancam Boikot Pemilu Parlemen

Kompas.com - 27/01/2013, 01:18 WIB

KAIRO, Kompas.com - Oposisi Mesir pada Sabtu (26/1/2013) mengancam akan memboikot pemilihan parlemen mendatang, jika Presiden Mohamed Moursi tidak menemukan "penyelesaian menyeluruh" untuk krisis yang melanda negara itu.

Front Penyelamatan Nasional (NSF), koalisi partai-partai utama dan
gerakan-gerakan yang menentang kelompok Islam yang berkuasa, menyerukan pembentukan pemerintah "keselamatan nasional", dan mengatakan bahwa selain itu pihaknya "tidak akan berpartisipasi dalam pemilihan parlemen berikutnya.

Pernyataan itu terjadi pada saat Moursi menghadapi krisis terburuk sejak dia mengambilalih kekuasaan pada Juni lalu. Bentrokan di kota kanal Port Said menyebabkan sedikitnya 22 tewas, sehari setelah sembilan orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa anti-Moursi.

NSF mengutuk kematian dalam apa yang disebut "gelombang revolusioner baru" dan meminta rakyat Mesir untuk melakukan protes secara damai.

Pihaknya menyerukan pembentukan pemerintah baru keselamatan nasional, komite hakim untuk mengamandemen konstitusi yang dianggap "nihil" dan penembakan jaksa agung yang ditunjuk oleh Moursi.

Jika kondisi ini tidak terpenuhi "dalam beberapa hari mendatang", NSF "akan menyeru rakyat Mesir untuk menggelar aksi protes pada Jumat guna menurunkan konstitusi" dan menyerukan bagi pemilihan dini presiden.

Sebuah konstitusi Islam yang disusun telah diadopsi pada Desember, tetapi oposisi mengatakan undang-undang dasar tersebut gagal melindungi hak-hak penting warga negara.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau