PAN: Wanda Hamidah Baru ke Rumah Raffi Pagi Hari

Kompas.com - 27/01/2013, 15:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nama politisi Partai Amanat Nasional, Wanda Hamidah, disebut sebagai salah satu yang ikut dibawa Badan Narkotika Nasional (BNN) dari rumah artis Raffi Ahmad saat penggerebekan, Minggu (27/1/2013). Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Ketua DPP PAN Bidang Komunikasi Politik Bima Arya Sugiarto mengatakan, pihaknya masih menghimpun informasi mengenai hal tersebut. Namun, menurut informasi yang didapatkan, kata Bima, Wanda baru bertandang ke rumah Raffi pada Minggu pagi.

"Informasi yang kami dapat, Wanda sedang menginap dengan teman-temannya di rumahnya. Baru pagi-pagi datang ke rumah Raffi dengan teman-temannya itu," kata Bima, Minggu sore.

Ketika ditanya, dalam rangka apa Wanda mendatangi rumah Raffi, Bima mengaku masih mencoba menngonfirmasi informasi tersebut. Apakah sikap PAN atas peristiwa ini? "Kami perlu mengumpulkan informasi dulu," ujarnya. 

Seperti diberitakan, BNN melakukan penggerebekan di rumah arti Raffi Ahmad, Minggu (27/1/2013) subuh. Diduga, Raffi dan teman-temannya tengah mengadakan pesta narkoba. Ada 17 orang yang diamankan BNN dari penggerebekan itu.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Raffi Ahmad cs Diduga Pesta Narkoba

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau