Kairo, Kompas
Kota Port Said, sekitar 225 kilometer arah timur laut Kairo, juga kembali dilanda aksi unjuk rasa setelah acara pemakaman 31 korban yang tewas dalam kerusuhan hari Sabtu lalu.
Para korban tewas sewaktu meletus aksi protes atas vonis hukuman mati terhadap 21 tersangka pelaku pembantaian pasca-pertandingan sepak bola antara Al-Ahli dan Al-Masry, Februari tahun lalu, yang membawa korban 74 tewas dari pendukung Al-Ahli.
Namun, kota Port Said secara umum masih terkendali setelah satuan militer dalam jumlah besar mengontrol sebagian besar tempat strategis di kota yang terletak di tepi Terusan Suez itu. Demikian dilaporkan wartawan Kompas,
Adapun situasi kota Suez dan kota Zagazig, yang terletak sekitar 100 kilometer arah timur Kairo, kembali tenang setelah terjadi bentrok sengit antara aparat keamanan dan para pengunjuk rasa anti-Presiden Muhammad Mursi pada Sabtu malam lalu.
Para pengunjuk rasa sempat mendobrak kantor wali kota Zagazig dan membakar isi kantor wali kota itu. Aparat keamanan kemudian menangkap 11 pemuda yang diduga terlibat pembakaran kantor wali kota itu.
Walaupun tenang, kondisi di kota Suez masih lumpuh. Pegawai pemerintah di kantor gubernur dan wali kota meliburkan diri.
Lalu lintas di kota itu sangat sepi, hanya beberapa kendaraan yang terlihat melintas di jalanan kota. Satuan militer mengambil alih penjagaan tempat-tempat strategis di kota Suez setelah massa anti-Mursi membakar beberapa kantor polisi di kota itu, Sabtu malam lalu.
Di Kairo, massa anti-Mursi, yang sebagian besar berasal dari kalangan muda, terus berusaha keluar dari Alun-alun Tahrir menuju jalan-jalan di sekitarnya dengan tujuan mengontrol wilayah yang lebih luas.
Massa sempat mencapai Jalan Qarnis el-Nil di sepanjang tepi Sungai Nil dekat Alun-alun Tahrir, tempat banyak hotel bintang lima berada.
Aparat keamanan yang dibantu satuan militer mencoba mencegah massa menduduki jalan raya itu sehingga terjadi bentrok sengit di sekitar Hotel Semiramis. Aparat menggunakan gas air mata untuk memukul mundur para pemuda itu dan menangkap sedikitnya 12 pemrotes.
Aparat juga mengusir para pemuda yang menguasai Jalan Layang 6 Oktober yang terletak tidak jauh dari Tahrir. Jalan layang utama, yang sempat diblokade massa, Sabtu malam, kembali normal pada hari Minggu setelah dikuasai kembali oleh aparat keamanan.