Aksi massa

Situasi di Mesir Masih Belum Menentu

Kompas.com - 28/01/2013, 03:54 WIB

Kairo, Kompas - Situasi di sekitar Alun-alun Tahrir di pusat kota Kairo, Mesir, Minggu (27/1), masih belum sepenuhnya terkendali. Helikopter militer, hingga Sabtu malam, kerap terbang rendah di langit kota Kairo.

Kota Port Said, sekitar 225 kilometer arah timur laut Kairo, juga kembali dilanda aksi unjuk rasa setelah acara pemakaman 31 korban yang tewas dalam kerusuhan hari Sabtu lalu.

Para korban tewas sewaktu meletus aksi protes atas vonis hukuman mati terhadap 21 tersangka pelaku pembantaian pasca-pertandingan sepak bola antara Al-Ahli dan Al-Masry, Februari tahun lalu, yang membawa korban 74 tewas dari pendukung Al-Ahli.

Namun, kota Port Said secara umum masih terkendali setelah satuan militer dalam jumlah besar mengontrol sebagian besar tempat strategis di kota yang terletak di tepi Terusan Suez itu. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo.

Adapun situasi kota Suez dan kota Zagazig, yang terletak sekitar 100 kilometer arah timur Kairo, kembali tenang setelah terjadi bentrok sengit antara aparat keamanan dan para pengunjuk rasa anti-Presiden Muhammad Mursi pada Sabtu malam lalu.

Para pengunjuk rasa sempat mendobrak kantor wali kota Zagazig dan membakar isi kantor wali kota itu. Aparat keamanan kemudian menangkap 11 pemuda yang diduga terlibat pembakaran kantor wali kota itu.

Walaupun tenang, kondisi di kota Suez masih lumpuh. Pegawai pemerintah di kantor gubernur dan wali kota meliburkan diri.

Lalu lintas di kota itu sangat sepi, hanya beberapa kendaraan yang terlihat melintas di jalanan kota. Satuan militer mengambil alih penjagaan tempat-tempat strategis di kota Suez setelah massa anti-Mursi membakar beberapa kantor polisi di kota itu, Sabtu malam lalu.

Berusaha keluar

Di Kairo, massa anti-Mursi, yang sebagian besar berasal dari kalangan muda, terus berusaha keluar dari Alun-alun Tahrir menuju jalan-jalan di sekitarnya dengan tujuan mengontrol wilayah yang lebih luas.

Massa sempat mencapai Jalan Qarnis el-Nil di sepanjang tepi Sungai Nil dekat Alun-alun Tahrir, tempat banyak hotel bintang lima berada.

Aparat keamanan yang dibantu satuan militer mencoba mencegah massa menduduki jalan raya itu sehingga terjadi bentrok sengit di sekitar Hotel Semiramis. Aparat menggunakan gas air mata untuk memukul mundur para pemuda itu dan menangkap sedikitnya 12 pemrotes.

Aparat juga mengusir para pemuda yang menguasai Jalan Layang 6 Oktober yang terletak tidak jauh dari Tahrir. Jalan layang utama, yang sempat diblokade massa, Sabtu malam, kembali normal pada hari Minggu setelah dikuasai kembali oleh aparat keamanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau