Wanda Dibawa BNN, PAN seperti Dihantam "Palu Godam"

Kompas.com - 28/01/2013, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo mengaku terkejut saat mendengar salah satu kader PAN, Wanda Hamidah turut diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN). Pasalnya, selama ini Wanda merupakan politisi PAN yang vokal memperjuangkan pendidikan dan kaum perempuan.

"Sebagai teman, saya seperti kena palu godam mendengarnya karena Wanda selama ini merupakan legislator yang sangat bagus, sangat memperjuangkan pendidikan dan kaum perempuan," ujar Dradjad, Senin (28/1/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

Sebelumnya, BNN mengamankan 17 orang dari kediaman artis Raffi Ahmad, Minggu (2/1/2013), karena diduga melakukan pesta narkoba. Sebanyak empat orang di antaranya berasal dari kalangan artis yakni Raffi, Wanda Hamidah, Zaskia Sungkar, dan Irwansyah ikut terjaring. Selain artis, Wanda juga masih aktif menjabat sebagai anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara Raffi sudah sempat masuk dalam daftar bakal caleg PAN. Dari hasil tes urine, keduanya dinyatakan negatif. Namun, BNN masih melakukan tes lanjutan yakni dari sampel kuku dan rambut. Menurut Dradjad, kalau hasil tes laboratorium ternyata positif narkoba, maka Wanda akan langsung dipecat.

"Kalau ternyata negatif, maka ada persoalan etika dan kepatutan mengapa yang bersangkutan di sana. Sanksinya akan berat sekali dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP)," tutur Dradjad.

Sementara, impian Raffi untuk menjadi wakil rakyat melalui PAN dipastikan kandas. "Yang bersangkutan langsung dicoret dari PAN, bukan hanya sebagai sebagai bakal caleg, sebagai calon anggota pun tidak layak," kata Dradjad.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Raffi Ahmad Cs Diduga Pesta Narkoba

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau