Krisis mesir

Bentrokan Pecah di Beberapa Kota

Kompas.com - 29/01/2013, 02:23 WIB

Kairo, Kompas - Situasi kota Kairo dan sejumlah kota lain di Mesir, Senin (28/1), belum sepenuhnya tenang. Padahal, Presiden Muhammad Mursi, Minggu malam lalu, telah menyampaikan ajakan dialog kepada 11 partai politik dan sejumlah tokoh nasional.

Mursi juga telah mengumumkan keadaan darurat di tiga provinsi, yaitu Port Said, Ismailia, dan Suez, selama 30 hari terhitung mulai hari Minggu malam lalu. Tiga provinsi itu terletak di sepanjang Terusan Suez. Jam malam diberlakukan di tiga provinsi tersebut mulai pukul 21.00 hingga 06.00 waktu setempat selama keadaan darurat berlaku.

Presiden Mesir berjanji akan menghadapi dengan tegas semua ancaman keamanan dan bahkan siap melakukan tindakan lebih jauh jika keadaan memaksa. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo.

Akan tetapi, massa anti-Mursi seperti tak menggubris ancaman itu. Puluhan pemuda anti-Mursi dan aparat keamanan, Senin siang, kembali bentrok di dekat Hotel Semiramis di Jalan Qornis el-Nil, Kairo. Para pemuda terlihat melemparkan bom-bom molotov ke arah barisan aparat keamanan.

”Bentrok di sini selalu dimulai pada siang atau sore hari hingga tengah malam. Kalau pagi hari, kondisi di sini tenang karena para pemuda dan aparat keamanan tidur. Jadi, pada pagi hari ada semacam gencatan senjata,” ungkap Samir (34), seorang warga yang ditemui Kompas di dekat Hotel Semiramis.

Sejumlah pemuda juga kembali memblokade Jalan Layang 6 Oktober dekat Alun-alun Tahrir pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Jalan layang tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan Provinsi Kairo dan Giza.

Selain di Kairo, bentrokan terjadi pula di sejumlah kota, seperti Alexandria, Zaqazig, Suez, dan Ismailia. Di Port Said, bentrok antara massa dan aparat keamanan terjadi sejak Minggu siang, saat acara pemakaman 29 korban tewas yang gugur pada hari Sabtu. Bentrok lanjutan tersebut membawa korban 7 orang tewas dan 630 lainnya luka-luka.

Kerusuhan di Mesir, yang telah menelan lebih dari 50 korban tewas, pecah sejak Jumat pekan lalu, yang bertepatan dengan peringatan dua tahun revolusi rakyat Mesir yang menjatuhkan mantan Presiden Hosni Mubarak. Sebagian rakyat di Mesir merasa tidak puas terhadap kepemimpinan Presiden Mursi dan laju perubahan yang dianggap terlalu lambat.

Sikap kubu oposisi masih beragam dalam menanggapi ajakan dialog Mursi. Partai Al Ghad Revolusi pimpinan Ayman Nour menyatakan bersedia hadir. Demikian juga dengan Partai Mesir yang dipimpin mantan calon presiden Abdul Mun’im Abu al-Futuh.

Namun, Front Penyelamatan Nasional (FPN), yang merupakan payung utama kubu oposisi, memberikan sejumlah syarat untuk hadir dalam forum dialog itu, antara lain pembentukan pemerintah penyelamatan nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau