JAKARTA, KOMPAS.com— Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan di awal pekan ini memberi ruang indeks untuk kembali berkonsolidasi. Variatifnya bursa global semalam waktu Indonesia memberi peluang rentang tipis kembali bakal mewarnai pergerakan indeks saham domestik.
Bursa Wall Street ditutup variatif akibat data perumahan yang di bawah ekspektasi. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,10 persen ke level 13.881. Indeks S&P 500 turun 0,18 persen ke level 1.500 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 0,15 persen ke level 3.154.
Kemarin IHSG ditutup turun 20,66 poin (0,47 persen) ke level 4.416.94 dengan jumlah transaksi sebanyak 7,45 juta lot atau setara dengan Rp 3,6 triliun. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 128,17 miliar dengan saham yang paling banyak dijual adalah SMGR, UNTR, BBRI, TLKM, dan JSMR.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke level Rp 9.832 per dollar AS. Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, penurunan IHSG kemarin masih merupakan konsolidasi untuk menguji level dukungan yang berada pada level 4.380.
Untuk hari ini, diperkirakan IHSG akan mengalami kenaikan tipis. Hal ini terlihat dari volume yang menurun dan hammer candlestick yang terbentuk pada penutupan perdagangan kemarin, dengan level dukungan di 4.380 dan resisten di 4.480. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah INCO, KLBF, dan SMRA.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang