CILACAP, KOMPAS.com - Sebuah kapal mengangkut 25 orang yang diduga imigran gelap mengalami mati mesin dan terdampar di sekitar Pantai Pasir Putih, Pulau Nusakambangan Cilacap, di Kecamatan Tambakrejo, Cilacap Selatan, Senin (28/1/2013) malam.
Kapal tujuan Australia ini berangkat dari Srilanka dan terapung-apung di Samudra Hindia selama 10 hari sebelum akhirnya terdampar di perairan Pulau Nusakambangan.
Situs Badan SAR Nasional Selasa (29/1/2013) siang menyebutkan, polisi masih mengidentifikasi 21 imigran. Dua orang meninggal dunia, satu orang kritis, sementara satu orang lainnya hilang.
Kordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Tri Joko Proyono menyebutkan dua imigran yang tewas adalah perempuan bernama Suta Nilasan (25) dan laki-laki bernama Thampappela Vijayakatta (40). Satu orang yang kritis adalah perempuan bernama Shity Safeeka Abdul Jabar (30). Imigran yang tewas dan kritis tersebut dibawa ke RSUD Cilacap.
Komandan Kapal Pol Airud IX-108 Aiptu Suwarsono mengungkapkan, kapal tanpa nama memiliki panjang 37,5 meter dan lebar 12 meter, terdampar hari Senin kemarin. Ia menerima laporan petugas Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan Cilacap, Handono (30) yang melihat kapal tersebut terapung-apung di perairan Samudera Hindia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang