Pilgub Papua, Ada TPS Belum Dapat Kotak Suara

Kompas.com - 29/01/2013, 12:49 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com - Pelaksanaan pemungutan suara, pemilihan Gubernur Papua dilaksanakan serentak di Kabupaten/Kota di Provinsi Papua hari ini, Selasa (29/1/2013). Berdasarkan jadwal dari KPUD Mimika, pelaksanaan pemungutan suara dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIT.

Namun, berdasarkan pantauan Kompas.com di Kota Timika, suasana kota tampak sepi, jalan raya yang biasanya ramai dengan kendaraan pun terlihat lengang hingga siang hari.

Sejumlah warga terlihat memadati TPS-TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Namun, suasana berbeda terjadi di TPS 100 -107, RT 4, Kelurahan Kwamki Baru, Distrik Mimika Baru, di mana puluhan warga belum bisa melakukan pemungutan suara karena TPS mereka belum mendapat kotak suara.

Yohanis Kasamol warga Kwamki Baru, yang bermukim tepat di depan TPS 100 mengaku namanya tidak tercamtum dalam daftar pemilih. Yohanis mengungkapkan kekesalannya karena belum dilakukan sosialisasi terkait pelaksanaan pemilihan gubernur pada hari ini.

"Pada Pemilihan Umum yang lalu, di tempat ini selalu dilakukan gladi, karena tidak semua warga mengerti baca tulis," jelas Kasamol.

Pernyataan kecewa juga diungkapkan Thomas Wanmang, salah seorang tokoh warga Amungme yang bermukim di Kwamki Baru. Menurut Thomas sejak pagi hingga siang ini warga sudah berkumpul di rumah ketua RT namun sampai jam 11 ini belum ada kotak suara.

Menurut Thomas, kejadian ini selalu berulang kepada warga Kwamki Baru setiap diadakan pemilihan umum, dari pemilihan legislatif dan eksekutif.

Ditambahkan Thomas, warga Kwamki Baru selalu antusias untuk memilih pemimpinnya yang diharapkan bisa memberikan perubahan. "Data RT di sini ada di RT lain, data pemilih disini ada di TPS lain. Kenapa permainan kotor selalu terjadi di Kabupaten Mimika. Secara jujur kasi tau kami ini warga negara kelas berapa? Atau memang kami ini dicap sebagai TPN-kah, OPM-kah, pengacaukah? Harus jujur dari pemerintah. Kami mau memilih pemimpin secara jujur, kok sekarang sampai jam 11 kotak suara belum ada di TPS?," keluh Thomas.

Menurut pengakuan sejumlah pengurus TPS 107, kartu pemilih dan surat suara baru dibagikan pagi tadi, sementara untuk TPS mereka memanfaatkan bekas tenda kedukaan salah seorang warga di Kwamki Baru. Sejumlah warga yang datang ke TPS terpaksa harus menunggu bahkan ada yang memilih kembali ke rumah.

Hingga siang ini belum ada anggota PPD Mimika Baru ataupun aparat kepolisian yang berjaga di TPS 107. Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua di Kabupaten Mimika akan diikuti oleh 175.987 pemilih yang tersebar di 552 TPS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau