UNJ Dorong Mahasiswa Jadi Wirausahawan

Kompas.com - 29/01/2013, 22:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendorong dan akan mengoptimalkan potensi mahasiswanya menjadi wirausahawan untuk mendukung pencapaian target wirausahawan dua persen dari populasi penduduk sebagai prasyarat negara yang maju bagi Indonesia.

Pembantu Rektor III UNJ Fachruddin Arbah di Jakarta, Selasa, mengatakan, upaya itu juga untuk mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang dirintis Kementerian Koperasi dan UKM sejak tiga tahun lalu.

"Total mahasiswa UNJ ada 26.000, jika mereka didorong berwirausaha dampaknya akan luar biasa," kata Pembantu Rektor III UNJ Fachruddin Arbah di Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Dia menegaskan, mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan keilmuannya untuk menjadi orang yang lebih sukses dan berguna bagi masyarakat di sekitarnya.

Oleh karena itu, mahasiswa harus membangun semangat lain untuk mendorong kesuksesan itu. "Misalnya melalui kewirausahaan yang saat ini tengah digalakkan pemerintah," katanya.

Sebagai tahap awal, pihaknya mendorong mahasiswanya untuk mendukung pelaksanaan GKN 2013 dengan berpartisipasi dalam lomba merancang business plan sebagai rintisan bisnis calon wirausaha pemula.

Pada kesempatan yang sama, Prakoso Budi Susetio, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, menambahkan melalui GKN diharapkan jumlah wirausahawan nasional yang saat ini masih di bawah dua persen dari populasi penduduk bisa meningkat signifikan.

"Tepatnya, baru mencapai 1,56 persen atau setara dengan sekitar 4 juta pelaku usaha. Saat ini kemungkinan sudah mendekati angka 1,9 persen, namun gerakan untuk menciptakan wirausaha harus terus dilakukan. Saat ini kita masih membutuhkan sekitar 1 juta wirausaha baru," katanya.

Meski demikian, dia mengingatkan agar mahasiswa yang mengikuti lomba penulisan proposal bisnis, harus berlaku jujur, jangan membuat proposal yang kurang rasional dari sisi permodalan dengan usaha yang hendak dijalankan.

Pemenang lomba penulisan proposal bisnis diumumkan pada 18 Maret 2013 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, bersamaan peringatan tiga tahun GKN.

Acara itu akan dihadiri entrepreneurs muda dunia termasuk penemu Twitter Isaac Biz Stone dan adik penemu Facebook Randi Zuckerberg, berikut artis ternama ibu kota, serta dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau