Kairo, Kompas
Tawaran konsesi itu diberikan Mursi dalam dialog nasional dengan sejumlah tokoh politik, Senin (28/1) malam. Dialog tersebut diboikot Front Penyelamatan Nasional, yang merupakan payung utama kubu oposisi.
Demikian dilaporkan wartawan
Konsesi yang ditawarkan Mursi, antara lain, adalah pembentukan komite beranggotakan 10 pakar hukum dan politik. Komite itu bertugas menyusun kembali butir-butir dalam konstitusi yang selama ini menjadi pangkal perselisihan kubu Islamis dan non-Islamis.
Mursi juga setuju terhadap pembentukan tim penyidik atas jatuhnya korban tewas atau luka-luka dalam gelombang kerusuhan yang pecah sejak peringatan dua tahun revolusi Mesir, Jumat pekan lalu. Korban tewas mencapai 52 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka.
Mursi secara prinsip juga bersedia memperpendek waktu penerapan keadaan darurat di Provinsi Suez, Ismailia, dan Port Said dari 30 hari menjadi 15 hari atau 7 hari saja.
Dialog tersebut juga menyetujui amandemen undang-undang pemilu yang mendapat kritik keras dari kubu oposisi karena dinilai menguntungkan posisi Ikhwanul Muslimin. Akan tetapi, Mursi menolak usulan pembentukan pemerintah penyelamatan nasional atau persatuan nasional.
Meski sudah ada upaya untuk memenuhi tuntutan kubu oposisi, gelombang kerusuhan terus terjadi. Mulai Senin malam sampai Selasa dini hari, Kairo bahkan dilanda kerusuhan terburuk dalam beberapa hari terakhir ini.
Massa anti-Presiden Mursi merebut kendaraan aparat keamanan di dekat Jembatan Qasr el-Nil. Kendaraan itu langsung dibakar massa. Satu kendaraan aparat lainnya didorong ke dekat Alun-alun Tahrir kemudian dibakar.
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membendung massa yang berusaha menyerang mereka. Suara tembakan ke udara kadang terdengar di sekitar Hotel Semiramis dan kantor Kedutaan Besar AS.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah Sisi, dalam pertemuan dengan para taruna akademi militer, memberi peringatan keras. Dia mengatakan, jika konflik di antara kekuatan-kekuatan politik di Mesir berlanjut, negara akan ambruk dan akan mengancam masa depan generasi mendatang.