Krisis mesir

Mursi Tawarkan Sejumlah Konsesi untuk Kendalikan Situasi

Kompas.com - 30/01/2013, 02:32 WIB

Kairo, Kompas - Presiden Mesir Muhammad Mursi menawarkan sejumlah konsesi kepada kubu oposisi untuk meredam gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah kota di Mesir beberapa hari terakhir ini. Sementara itu, kerusuhan terus berkobar dan memakan korban.

Tawaran konsesi itu diberikan Mursi dalam dialog nasional dengan sejumlah tokoh politik, Senin (28/1) malam. Dialog tersebut diboikot Front Penyelamatan Nasional, yang merupakan payung utama kubu oposisi.

Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo, Selasa (29/1).

Konsesi yang ditawarkan Mursi, antara lain, adalah pembentukan komite beranggotakan 10 pakar hukum dan politik. Komite itu bertugas menyusun kembali butir-butir dalam konstitusi yang selama ini menjadi pangkal perselisihan kubu Islamis dan non-Islamis.

Mursi juga setuju terhadap pembentukan tim penyidik atas jatuhnya korban tewas atau luka-luka dalam gelombang kerusuhan yang pecah sejak peringatan dua tahun revolusi Mesir, Jumat pekan lalu. Korban tewas mencapai 52 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka.

Mursi secara prinsip juga bersedia memperpendek waktu penerapan keadaan darurat di Provinsi Suez, Ismailia, dan Port Said dari 30 hari menjadi 15 hari atau 7 hari saja.

Dialog tersebut juga menyetujui amandemen undang-undang pemilu yang mendapat kritik keras dari kubu oposisi karena dinilai menguntungkan posisi Ikhwanul Muslimin. Akan tetapi, Mursi menolak usulan pembentukan pemerintah penyelamatan nasional atau persatuan nasional.

Meski sudah ada upaya untuk memenuhi tuntutan kubu oposisi, gelombang kerusuhan terus terjadi. Mulai Senin malam sampai Selasa dini hari, Kairo bahkan dilanda kerusuhan terburuk dalam beberapa hari terakhir ini.

Massa anti-Presiden Mursi merebut kendaraan aparat keamanan di dekat Jembatan Qasr el-Nil. Kendaraan itu langsung dibakar massa. Satu kendaraan aparat lainnya didorong ke dekat Alun-alun Tahrir kemudian dibakar.

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membendung massa yang berusaha menyerang mereka. Suara tembakan ke udara kadang terdengar di sekitar Hotel Semiramis dan kantor Kedutaan Besar AS.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah Sisi, dalam pertemuan dengan para taruna akademi militer, memberi peringatan keras. Dia mengatakan, jika konflik di antara kekuatan-kekuatan politik di Mesir berlanjut, negara akan ambruk dan akan mengancam masa depan generasi mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau